Dosen SV IPB University Latih Anggota Pokdakan Garuda Teknik Budi Daya Maggot
Program Studi (Prodi) Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan (IKN), Sekolah Vokasi IPB University, melakukan kegiatan “Sosialisasi Budi Daya Maggot sebagai Pakan Tambahan Ikan untuk para pembudi daya ikan di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.
Sosialisasi yang dilakukan kepada Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) Garuda bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pakan alternatif berbasis maggot (black soldier fly/BSF) yang ekonomis, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat pembudi daya ikan.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dr Imam Tri Wahyudi, dosen Prodi IKN yang juga aktif dalam penelitian pengembangan pakan fungsional dan efisiensi produksi akuakultur.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata IPB University dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di masyarakat, terutama dalam upaya menekan biaya produksi pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha budi daya ikan,” kata Dr Imam.
Narasumber utama, Dr Andri Hendriana dan Dr Mohamad Iqbal Kurniawinata, memberikan paparan terkait nutrisi ikan, formulasi pakan efisien, serta teknik budi daya maggot sebagai sumber protein tambahan bagi ikan lele, nila, dan ikan hias.
Dr Andri menjelaskan bahwa maggot memiliki kandungan protein (35–55%) dan lemak (25–30%) yang penting bagi pertumbuhan ikan. “Dengan kandungan nutrisinya yang tinggi, maggot dapat mengurangi penggunaan pakan komersial yang harganya terus meningkat. Namun, media maggot juga perlu disiapkan dengan baik agar kualitas nutrisi maggot lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Dr Mohamad Iqbal Kurniawinata menekankan aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam budi daya maggot. Larva BSF mampu menguraikan limbah organik seperti sisa makanan, ampas tahu, dan sayuran busuk menjadi biomassa berprotein tinggi. “Budi daya maggot tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah organik di masyarakat,” jelasnya.
Selain pemaparan teori, peserta yang merupakan anggota Pokdakan Garuda juga dikenalkan aplikasi teknik budi daya maggot, mulai dari persiapan media, pemeliharaan larva, hingga proses panen dan pengolahan maggot sebagai pakan ikan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi karena metode budi daya ini dapat diterapkan dengan peralatan sederhana dan biaya rendah.
Acara berlangsung interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi antara tim dosen, mahasiswa, dan anggota Pokdakan Garuda. Melalui kegiatan ini, Prodi IKN Sekolah Vokasi IPB University terus berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil riset dan inovasi di masyarakat guna mendukung kemandirian pakan, efisiensi budi daya, dan keberlanjutan ekonomi lokal di sektor perikanan. (*/Rz)
