Dosen IPB University Produseri Film Pengin Hijrah, Angkat Realitas Remaja Mencari Jati Diri
Film “Pengin Hijrah” resmi tayang perdana pada Kamis (30/10) dan berhasil mencuri perhatian dan antusiasme tinggi dari kalangan akademisi, pelajar, dan penikmat film religi.
Dibintangi oleh Steffi Zamora, Endy Arfian, dan Daffa Wardhana, film ini menuturkan kisah perjalanan spiritual remaja dalam mencari jati diri, menghadapi pergaulan modern, dan menemukan makna hijrah yang sejati—perjalanan dari keraguan menuju keyakinan, dari kegelisahan menuju kebaikan.
Budi Yulianto, produser Pengin Hijrah yang juga dosen Sekolah Bisnis IPB University, menuturkan bahwa film ini lahir dari semangat untuk menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus mengandung pesan moral.
Menurutnya, Pengin Hijrah menggambarkan realitas kehidupan remaja masa kini yang sedang berproses memperbaiki diri, mencari arah hidup, dan menemukan makna hijrah yang sebenarnya.
“Kami ingin menghadirkan film yang dekat dengan kehidupan nyata generasi muda. Pengin Hijrah adalah cermin bagi siapa pun yang sedang berproses memperbaiki diri. Pesannya sederhana namun kuat, bahwa setiap orang bisa berubah menjadi lebih baik, asalkan mau memulai dan tidak berhenti di tengah jalan,” kata Budi Yulianto.
Sinergi Literasi
Rektor IPB University, Prof Arif Satria, turut memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara dunia pendidikan, literasi, dan perfilman yang diwujudkan melalui film Pengin Hijrah.
Film yang juga diadaptasi menjadi novel terbitan IPB Press melalui imprint Insan Pustaka Berkreasi ini menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai pendidikan dapat dikemas secara kreatif dan inspiratif.
“IPB University mendorong generasi muda untuk berani mengekspresikan ide dan nilai-nilai positif melalui berbagai medium. Pengin Hijrah membuktikan bahwa literasi tidak hanya hadir di halaman buku, tetapi juga dapat hidup di layar lebar dan menyentuh hati masyarakat luas.”
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat melahirkan lebih banyak karya yang mendidik, inspiratif, dan berdampak positif,” ungkap Rektor.
Sementara itu, Dr Alfian Helmi, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, menegaskan bahwa keterlibatan IPB Press dalam film Pengin Hijrah merupakan wujud nyata peran university press dalam memperluas jangkauan literasi melalui kolaborasi lintas media.
“IPB Press tidak hanya menerbitkan karya akademik, tetapi juga membuka ruang bagi literasi yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Melalui kolaborasi seperti Pengin Hijrah, kita melihat bagaimana buku dan film saling melengkapi. Film menghadirkan pengalaman emosional yang menggerakkan, sedangkan buku menumbuhkan pemahaman mendalam melalui proses membaca dan berimajinasi,” ujar Dr Helmi.
Sarat Hikmah
Dalam pemutaran perdana yang digelar serentak di bioskop seluruh Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto, turut hadir memberikan apresiasi atas karya ini. Menurutnya, Pengin Hijrah bukan sekadar tontonan, melainkan refleksi kehidupan mahasiswa masa kini yang penuh dinamika dan pembelajaran.
“Filmnya sangat baik dengan latar belakang cerita tentang mahasiswa, jadi ini sangat relevan dengan kisah-kisah mahasiswa. Pelajarannya banyak, hikmahnya banyak, tentang bagaimana menghadapi masalah, menjaga pertemanan, dan terus mengejar cita-cita,” ulasnya.
Prof Brian melanjutkan, “Saya sangat merekomendasikan teman-teman mahasiswa untuk menonton film ini. Pengin Hijrah bisa menjadi inspirasi agar mahasiswa tidak mudah menyerah, tetap semangat, dan selalu mendekatkan diri kepada kebaikan.”
Pengin Hijrah kini tayang di seluruh bioskop Indonesia, sementara novel adaptasinya telah diterbitkan oleh IPB Press dan dapat diperoleh di berbagai toko buku maupun platform daring resmi. (*/Rz)
