Dosen IPB University Jelaskan Fenomena 3I/ATLAS, Tamu dari Luar Tata Surya
Fenomena astronomi tengah menjadi sorotan dunia sains. Objek antarbintang bernama 3I/ATLAS kini melintasi Tata Surya, menarik perhatian para peneliti karena ini merupakan objek antarbintang ketiga yang berhasil dikonfirmasi, setelah 1I/ʻOumuamua (2017) dan 2I/Borisov (2019).
Menurut dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Izatul Hafizah, SSi, MSi, objek antarbintang merupakan benda langit kecil seperti komet atau asteroid yang tidak terbentuk di Tata Surya.
“3I/ATLAS dikategorikan sebagai objek antarbintang karena lintasannya bersifat hiperbolik dan tidak mengorbit Matahari secara tetap, sehingga benda ini dikonfirmasi berasal dari luar Tata Surya,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa objek seperti 3I/ATLAS kemungkinan terbentuk di awal sejarah pembentukan sistem bintang. Pada fase awal pembentukan bintang dan planet, terdapat banyak bongkahan es atau batuan yang dapat terlempar keluar dari sistem asalnya akibat interaksi gravitasi. Benda tersebut kemudian berkelana di ruang antarbintang dalam waktu yang sangat lama.
“Ketika akhirnya melintas dekat Matahari, seperti kasus 3I/ATLAS, kita berkesempatan mempelajari komposisi dan perilakunya,” tambahnya.
Secara ilmiah, penemuan objek antarbintang seperti 3I/ATLAS tidak secara langsung menjelaskan dinamika galaksi secara keseluruhan, namun memberikan bukti penting bahwa di Galaksi Bima Sakti terjadi pertukaran material antarsistem bintang.
“Temuan ini mengingatkan kita bahwa Tata Surya bukan sistem yang tertutup, melainkan bagian dari lingkungan galaksi yang dinamis,” tegasnya.
Terkait kemungkinan kedatangan objek antarbintang berikutnya, Izatul menyampaikan bahwa saat ini belum ada cara pasti untuk memprediksi waktu kedatangannya.
“Objek seperti ini sangat redup dan baru dapat terdeteksi ketika cukup dekat dengan Bumi. Namun, perkembangan teleskop survei modern meningkatkan peluang kita untuk menemukannya lebih awal di masa depan,” ujarnya.
Temuan seperti 3I/ATLAS menjadi pengingat bahwa ruang antarbintang masih menyimpan banyak misteri yang menunggu untuk dijelajahi. (/dr)

