Sebanyak 50 Peserta Santripreneur Klaster Industri Kreatif Ikuti Pembinaan Intensif di IPB University
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggandeng IPB University menggelar Bootcamp dan Grand Final Kompetisi Santripreneur 2025 Klaster Industri Kreatif. Kegiatan yang digelar di Kampus IPB Baranangsiang (6–10/10) ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri.
Sebanyak 50 peserta terpilih dari 100 finalis yang terseleksi dari 20 provinsi dan 70 kota/kabupaten di Indonesia. Mereka mengikuti proses karantina dan pembinaan intensif di IPB University. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar, kreator, dan tokoh akademik, guna mengasah kemampuan serta memperkuat potensi usaha berbasis kreativitas dan digital.
Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Prof Jaenal Effendi, menyampaikan bahwa program ini merupakan momentum penting bagi para santri untuk naik level dan memulai perjalanan sebagai wirausahawan muda.
“Ini kesempatan emas yang tidak datang dua kali. Santri tidak hanya belajar mengaji, tapi juga beraksi di dunia nyata. Selama lima hari di IPB, peserta mendapat bekal teknis dan motivasi untuk memulai bisnis kreatif,” ujar Prof Jaenal.
Di IPB University, ia melanjutkan, peserta akan dibekali kemampuan berorganisasi dan mental Santripreneur. “Kami tidak hanya memberikan teori, tapi juga membantu mereka mengaplikasikan ekonomi kreatif dalam praktik. Dengan demikian, mereka siap menjadi entrepreneur yang unggul,” tambahnya.
Sementara itu, Prof Arya Hadi Darmawan, Kepala Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Kawasan (LRI PSEK) IPB University, memberikan apresiasi kepada Baznas atas penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran ide kreatif yang berkelanjutan.
“Santri memiliki peran vital dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang jujur dan berkelanjutan. Mereka adalah garda terdepan dalam mengusung nilai-nilai kejujuran di era digital yang penuh tantangan,” katanya.
Direktur Pendistribusian Baznas RI, Ahmad Fikri, menyebutkan bahwa total pendaftar Santripreneur 2025 mencapai 2.900 peserta dari tiga klaster, yakni haji dan umroh, pertanian peternakan, dan industri kreatif. Setiap klaster menjaring 100 peserta terbaik.
“Kami berharap selama lima hari ini bukan sekedar mencari yang terbaik, tetapi hasil akhir adalah memiliki generate income juga men-generate iman, bagaimana industri kreatif tidak hanya mendapatkan service market cepat menangkap akan tetapi kemudian masyarakat mendapatkan credit value yang luar biasa,” ucapnya.
Bootcamp ini, sebutnya, bukan hanya soal kompetisi, melainkan untuk membentuk santri yang bisa menghasilkan income sekaligus meningkatkan iman dan nilai kemanfaatan bagi umat melalui zakat.
Dalam program ini, 100 besar peserta akan mendapat dukungan dana awal usaha. Nantinya, dari 50 besar akan diseleksi kembali menjadi 10 terbaik yang akan mendapat pendampingan lanjutan. Santripreneur diharapkan melahirkan wirausahawan muda santri yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era industri kreatif.
