Kiprah Alumnus IPB University yang Sukses di Dunia Startup Edutech
Nama Bayu Aji Pangestu kian dikenal dalam dunia pendidikan nonformal dan startup edutech di Indonesia. Alumnus Program Studi Teknologi Hasil Ternak (THT), Fakultas Peternakan IPB University angkatan 54 ini berhasil mendirikan Marketing Institute Indonesia, sebuah platform pembelajaran yang kini tumbuh pesat dengan ribuan peserta dari berbagai kalangan.
“Setelah beberapa tahun berjalan, Marketing Institute Indonesia tumbuh secara pesat dengan total peserta mencapai 4.807 orang, mulai dari mahasiswa, fresh graduate, hingga eksekutif dan pemilik bisnis,” ungkap Bayu.
Tak hanya dari sisi jumlah peserta, startup ini juga menorehkan prestasi lewat tingkat kelulusan tinggi dan capaian alumni yang signifikan. Survei internal pada 2024 menunjukkan, 90 persen alumni merasakan peningkatan karier atau mendapat pekerjaan baru hanya dalam waktu 1–3 bulan setelah mengikuti program.
Keberhasilan tersebut turut tercermin pada valuasi perusahaan yang kini menembus Rp8 miliar, serta pendanaan segar sebesar Rp19 miliar dari Sequel Venture Partners asal Amerika Serikat.
“Pendanaan ini menjadikan kami salah satu startup edutech yang mulai diperhitungkan di Indonesia,” jelasnya.
Salah satu hal yang paling dibanggakan Bayu adalah keberhasilan membangun ekosistem pembelajaran yang berdampak nyata.
“Kami tidak hanya memberi teori, tapi juga membuka jalan kesuksesan yang riil ke dunia kerja. Bahkan kami memberikan money guarantee 100 persen bagi peserta yang tidak mengalami kenaikan karier atau mendapat pekerjaan baru dalam enam bulan setelah lulus,” katanya.
Hingga kini, banyak alumni lembaganya yang menempati posisi penting di perusahaan besar, seperti Director of Operation di BRI, komisaris di PT Inalum dan Adi Karya, hingga wirausahawan baru.
Meski demikian, Bayu menyadari tantangan besar di sektor pendidikan, terutama dalam membangun kepercayaan di tengah menjamurnya kursus online. Strateginya adalah transparansi melalui testimoni nyata, data capaian alumni, serta kurikulum yang selalu diperbarui sesuai kebutuhan industri.
Sebagai alumnus IPB University, Bayu mengakui nilai integritas, kolaborasi, dan keberanian mencoba hal baru menjadi bekal penting dalam perjalanan bisnisnya “Budaya problem solving di IPB University membentuk saya untuk selalu melihat tantangan sebagai peluang,” ujarnya.
Ke depan, ia tengah menyiapkan berbagai terobosan, mulai dari program studentpreneur untuk siswa sekolah, agripreneur bagi lulusan SMA yang tertarik di bidang agribisnis, hingga pembukaan learning center hybrid di Bogor dan Surabaya. Sertifikasi baru seperti Certified AI Professional juga segera diluncurkan untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.
Dalam lima tahun mendatang, Bayu berharap lembaganya menjadi rujukan utama program nonformal di Asia Tenggara dengan puluhan ribu alumni. “Saya ingin dikenang bukan hanya sebagai entrepreneur atau pendidik, melainkan sebagai edupreneur, seseorang yang membangun bisnis berkelanjutan sekaligus membawa dampak pendidikan yang mengubah kehidupan banyak orang.” tutupnya. (MW)

