IPB University Kenalkan Mina Padi dan Ugadi ke Masyarakat Desa Wisata Sukajadi
Masyarakat Desa Wisata Sukajadi merasakan secara langsung belajar budi daya perikanan air tawar di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Tim Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Pengabdian yang dikomandoi Dr Supriyanto.
Dalam sesi materi interaktif, dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Belinda Astari, SPi, MSi, memperkenalkan dua konsep utama budi daya perikanan air tawar, yaitu mina padi dan Ugadi atau udang galah padi.
“Mina padi adalah budi daya padi dan ikan dalam satu lahan sawah, sedangkan Ugadi mengombinasikan padi dengan udang galah,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sistem irigasi sawah agar tidak sekadar mengalirkan air, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi tambahan melalui budi daya ikan.
Konsep ini dinilai sejalan dengan semangat pertanian terintegrasi dan ekowisata desa. Menurutnya, kegiatan produksi pangan dapat bersinergi dengan potensi wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan lingkungan.
Selain pelatihan perikanan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai IPB Digitani, sebuah inovasi digital yang dikembangkan oleh Tani dan Nelayan Center (TNC) IPB University.
Dr Roza Yusfiandayani, Wakil Kepala TNC IPB University menjelaskan bahwa platform IPB Digitani dapat menjadi forum konsultasi daring antara petani, peternak, nelayan, dan pakar IPB.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat desa dapat dengan mudah memperoleh bimbingan teknis, akses informasi, serta solusi terhadap berbagai permasalahan di lapangan.
Dengan demikian, IPB Digitani menjadi sarana strategis dalam memperkuat literasi digital dan kemandirian masyarakat desa wisata di era transformasi teknologi,” paparnya.
Seusai sesi pelatihan, peserta diajak untuk melakukan kunjungan lapangan di fasilitas ATP IPB University, mencakup area pembibitan, perkebunan, dan kolam perikanan. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi pertanian dan perikanan terpadu yang dapat diadaptasi di wilayah mereka.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Altayani, Ketua Desa Wisata Sukajadi. “Ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan pariwisata desa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut untuk mendorong ekonomi petani dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan BIMA Pengabdian 2025, IPB University berupaya menghubungkan riset, teknologi, dan pengabdian untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Penerapan konsep budi daya perikanan air tawar dan inovasi IPB Digitani diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, dan kemandirian masyarakat desa wisata di masa depan. (*/Rz)

