Gelar Asia Hub, IPB University Hadirkan Peneliti dan Pimpinan Perguruan Tinggi dari 17 Negara Asia, Eropa, dan Amerika

Gelar Asia Hub, IPB University Hadirkan Peneliti dan Pimpinan Perguruan Tinggi dari 17 Negara Asia, Eropa, dan Amerika

gelar-asia-hub-ipb-university-hadirkan-16-pemimpin-perguruan-tinggi-asia
Berita

IPB University menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Asia Hub dan Consortium for Innovations in Agricultural Education and Research in Asia (CIAERA) bersama Michigan State University (MSU), Amerika Serikat, dan Nanjing Agricultural University (NAU), Tiongkok.

Sejumlah peneliti dan pemimpin perguruan tinggi dari 16 negara di Asia hadir dalam forum yang berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2025 di kampus IPB University.

“Kami sangat yakin bahwa pendekatan interdisipliner merupakan kunci untuk memecahkan masalah yang kompleks. Aspek pangan, energi, air, dan kesehatan selalu menjadi bagian integral dari program-program utama IPB,” ujar Rektor IPB University, Prof Arif Satria.

IPB University, sebutnya, terus berupaya untuk memajukan bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika di tingkat nasional maupun global. Sejalan dengan fokus Asia Hub dan CIAERA pada keberlanjutan, IPB University sangat berkomitmen untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Komitmen ini telah diakui oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Indonesia atau Bappenas, sebagai universitas terbaik dalam penghargaan Indonesia’s SDGs Action Awards selama tiga tahun berturut-turut,” tambahnya.

Dr Titus Awokuse dari MUS menyampaikan terima kasih atas dukungan universitas- universitas yang tergabung dalam AsiaHub. Asia, kata dia, merupakan kawasan kunci dalam menjawab tantangan global dalam bidang kesehatan, keamanan pangan, sosial dan ekonomi, juga akses pendidikan berkualitas.

“Karena itulah pentingnya untuk melangkah bersama memperkuat Asia Hub dengan potensi masing-masing melalui penelitian bersama. Penelitian yang bermanfaat untuk masyarakat. Kita fokus pada pemecahan masalah melalui pendekatan interdisipliner,” tuturnya.

Sementara itu, Dr Zhu Yan, Vice President of NAU, menyebutkan melalui konsorsium Asia Hub dapat menjadi ajang promosi pertanian masing-masing negara sekaligus forum saling berbagi ilmu pengetahuan, penelitian, juga beasiswa dan training.

Kegiatan ini dihadiri hampir 200 peserta, mewakili 73 institusi di 17 negara. Pertemuan ini juga didukung oleh Future Earth Water-Energy-Food Nexus Knowledge-Action Network, dan SEAMEO BIOTROP.