Ekonomi Sirkular Jadi Arus Utama Pembangunan, IPB University Tuan Rumah PA3KN Goes to Campus
IPB University menjadi tuan rumah Seminar Nasional bertajuk “Peluang, Tantangan, dan Solusi Optimalisasi Pelaksanaan Ekonomi Sirkular”. Kegiatan berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga (2/10).
Acara digelar oleh Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (PA3KN) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Himpunan Mahasiswa Resources and Environmental Economics Student Association (REESA) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian PA3KN Goes to Campus ini menghadirkan berbagai narasumber, mulai dari Kepala PA3KN Setjen DPR RI, Dr Furcony Putri Syukriani, hingga akademisi IPB University seperti Rektor Prof Arif Satria, Prof Eka Intan Kumala Putri, dan Dr Siti Nikmatin. Hadir pula praktisi lingkungan, Ir Mukhlis, pendiri Rumah Anorganik.
Dalam keynote speech-nya, Prof Arif Satria menekankan bahwa keberhasilan penerapan ekonomi sirkular bukan hanya bergantung pada regulasi atau teknologi, melainkan pola pikir. “Yang paling penting adalah mindset. Mindset inilah yang menentukan bagaimana kita bisa mendorong proses produktif yang berkelanjutan,” ujarnya.
Prof Arif mencontohkan pemanfaatan teknologi sederhana yang mampu mendorong transformasi ekonomi sirkular, seperti pemanfaatan limbah sawit untuk bahan baku green composite atau pengolahan residu pertanian menjadi pakan ternak.
Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia. “Ekonomi sirkular adalah pendekatan yang harus menjadi arus utama dalam pembangunan. IPB siap berkolaborasi dengan DPR RI melalui PA3KN untuk memperkuat analisis kebijakan, sehingga implementasinya dapat menjawab tantangan sekaligus menciptakan peluang baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Rektor juga menegaskan bahwa manfaat ekonomi sirkular harus dirasakan luas, tidak hanya oleh kalangan tertentu. “Produk harus bisa terus digunakan sehingga memberi nilai tambah, mengurangi biaya sosial, dan memberi manfaat ekonomi yang lebih luas. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegas Prof Arif.
Sementara itu, Kepala PA3KN Dr Furcony menegaskan pentingnya kolaborasi antara PA3KN, perguruan tinggi, dan masyarakat. “Program PA3KN Goes to Campus bukan hanya forum diskusi, melainkan juga sarana membangun jejaring pengetahuan. Kami ingin memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa tentang siklus APBN serta bagaimana ekonomi sirkular dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional,” jelasnya.
Diskusi dalam acara ini menyoroti urgensi ekonomi sirkular sebagai solusi menghadapi Triple Planetary Crisis—perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Melalui seminar ini, PA3KN berharap dapat menghimpun masukan dari kalangan akademisi IPB University untuk memperkuat substansi analisis yang akan disampaikan kepada DPR RI. Hasilnya diharapkan tidak hanya memperkaya regulasi, tetapi juga membangun sinergi antara lembaga legislatif, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (Fj)
