Berdayakan Petani Lingkar Kampus, IPB University Gandeng Ahli Bedah Rahasia Budi Daya Alpukat Miki dan Siger

Berdayakan Petani Lingkar Kampus, IPB University Gandeng Ahli Bedah Rahasia Budi Daya Alpukat Miki dan Siger

berdayakan-petani-lingkar-kampus-ipb-university-gandeng-ahli-bedah-rahasia-budi-daya-alpukat-miki-dan-siger
Pengabdian Masyarakat

Rangkaian kegiatan Sekolah Alpukat IPB University, yang dimulai sejak Agustus lalu, telah sukses dirampungkan pada Selasa (7/10). Program yang dilaksanakan ini diinisiasi Direktorat Pengembangan Agromaritim (DPMA IPB University), dalam rangkaian Young Agripreneur Camp (YAC).

Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas petani lingkar kampus, mahasiswa, dan alumni IPB University, mengikuti enam sesi pelatihan intensif mengupas tuntas budi daya alpukat miki dan alpukat siger, dua varietas lokal unggulan Indonesia.

Rangkaian pertemuan ini menghadirkan Eflin Sirait, ahli pengembangan alpukat miki. Sesi ini, memberikan ruang kepada peserta untuk memahami sejarah perkembangan alpukat sebagai kultivar lokal yang mulai mendunia. 

Selanjutnya, peserta diajak memahami prinsip pemupukan secara optimal dan identifikasi hama penyakit, sekaligus praktik langsung di lahan alpukat Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, bersama Deni Suherlan dan Muhammad Arief Sabyan dari PT Perkebunan Buah Subang. 

Sementara, materi perbanyakan disampaikan langsung oleh praktisi bibit alpukat, Sigit Pramono. “Melalui top working, peserta belajar cara mengganti varietas lama yang kurang produktif dengan varietas unggul secara efektif,” ujar Sigit selepas memberikan materi pada sesi field study.

Ia menambahkan bahwa entres sebaiknya diambil dari tanaman produktif dengan vigor tinggi. Tahap sambung pucuk, sebutnya, merupakan penentu keberhasilan bibit. 

Bukan hanya dalam aspek budi daya, Sekolah Alpukat juga membekali peserta dalam bidang bisnis dan pemasaran. Materi pemasaran diberikan langsung oleh Manajer Pemasaran, Burhanuddin dan Tri Wahyudi di Kantor Pemasaran Alpukat Siger, Jakarta Selatan. 

“Saya senang sekali bisa melihat alpukat siger dan lokal, dan saya mendapatkan banyak pengetahuan baru dari Pak Wahyudi. Mudah-mudahan ke depannya, saya dapat mengembangkan alpukat siger di Kabupaten Bogor,” ungkap Muhadi, salah satu petani dan peserta Sekolah Alpukat.

Peserta juga diperkenalkan pada inovasi frozen avocado (alpukat beku) sebagai solusi memperpanjang masa simpan, serta peluang kolaborasi penyediaan bibit dan pasokan buah segar. Sebagai penutup, tim Research and Development (RnD) Kafe Sobatani mengajak peserta mendemonstrasikan kreasi minuman alpukat ala kafe berbasis alpukat siger.

“Alpukat siger dapat dipadukan dengan bahan seperti kopi, cokelat, gula aren, krimer, dan susu, untuk menghasilkan minuman baru ala kafe. Dari kegiatan ini, kami ingin menginspirasi peserta agar terus berinovasi mengembangkan produk bernilai ekonomi tinggi,” ungkap Rafly, narasumber sekaligus tim RnD Kafe Sobatani.

Meskipun rangkaian kegiatan ini telah selesai, DPMA IPB University menegaskan komitmennya untuk tetap membuka pintu lebar bagi kerja sama dan pendampingan bagi masyarakat yang berminat mengembangkan budi daya alpukat di daerahnya. (*/Rz)