Tim Ekspedisi Patriot IPB University Hadir di Kabupaten Mesuji, Rancang Strategi Komoditas Unggulan

Tim Ekspedisi Patriot IPB University Hadir di Kabupaten Mesuji, Rancang Strategi Komoditas Unggulan

Tim Ekspedisi Patriot IPB University Hadir di Kabupaten Mesuji, Rancang Strategi Komoditas Unggulan
Pengabdian Masyarakat

Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Mesuji tengah menjalankan program penelitian dan perancangan komoditas unggulan spesifik kawasan di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji, Provinsi Lampung. 

Selama dua pekan terakhir, tim telah melakukan koordinasi lintas sektor, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, serta kunjungan lapangan ke empat desa untuk memetakan potensi, masalah, dan peluang penguatan kelembagaan ekonomi. 

Program ini bertujuan mengidentifikasi komoditas unggulan spesifik, menganalisis rantai pasok dan potensi pasar sehingga bisa menjadi dasar perumusan strategi pengembangan komoditas berbasis karakteristik wilayah. Rencananya, kegiatan akan diperluas ke seluruh 35 desa di KTM Mesuji agar diperoleh gambaran menyeluruh kondisi kawasan.

“Sejauh ini, kami menemukan komoditas utama berupa padi, sawit, dan karet. Hal ini didukung keberadaan seed center, Pasar Senin KTM, rice milling plant (RMP), pusat bisnis, serta IPPOG (Industri Pengolahan Pupuk Organik Granul) yang perlu dioptimalkan,” ujar Dr Supriyanto, ketua tim ekspedisi.

“Selain itu, terdapat potensi perikanan tangkap dan olahan seperti patin dan gabus, yang mulai dikembangkan di KTM Mesuji ini,” imbuhnya lagi.

Salah satu rangkaian kegiatan, tim turut menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Identifikasi Program dan Potensi Lembaga Ekonomi yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi.

Forum ini mempertemukan Pemerintah Kabupaten Mesuji, sepuluh lembaga ekonomi Satuan Kawasan Pengembangan (SKP) C, serta pemangku kepentingan lainnya. 

“Kami hadir untuk mendengarkan dan memahami lebih dalam kondisi di lapangan agar hasil penelitian ini dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Dr Supriyanto. 

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Mesuji, Najmul Fikri, SIP, MIP, menegaskan bahwa pembangunan dapat berkelanjutan apabila kelembagaan memiliki “ruh”-nya.

Kepala Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tebing Karya Mandiri, Ahmad Nasuha, berharap lembaganya terus dibimbing agar bisa mendukung lumbung pangan nasional. Sementara, Manager Brigade Pangan, Rudi Wijaya, menyampaikan, “Petani di sini mulai bangkit karena akses pemasaran yang lebih baik dan penanggulangan banjir yang lebih tertangani membuat petani semakin bersemangat.”

Analis Kebijakan Madya Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Kawasan Transmigrasi, Wahyudi ST, MM, menambahkan bahwa hasil pemetaan dan forum ini akan menjadi bahan masukan untuk perancangan program kelembagaan ekonomi ke depan. “Saya berharap KTM Mesuji dapat terus berkembang, kesejahteraan petani meningkat, dan kelembagaan yang ada tidak berhenti di sini,” ujarnya.

Rangkaian penelitian, pemetaan komoditas unggulan, dan partisipasi aktif dalam forum lintas sektor ini, pengembangan KTM Mesuji lebih terarah dan memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Tim diketuai oleh Dr Supriyanto, dengan anggota Inti Putri M, Nur Dini Ya’ti, Fajar Ilham P, dan Muhammad Najril F (*/Rz)