IPB University Raih Delapan Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia dan Kartini Humas Indonesia 2025
IPB University kembali mencatat prestasi gemilang di ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) dan Kartini Humas Indonesia (KaHI) 2025 yang diselenggarakan oleh Humas Indonesia di JW Marriott Hotel Surabaya, Jawa Timur (25/9).
Dalam ajang ini, IPB University berhasil meraih delapan penghargaan sekaligus, yaitu
- Gold Winner: Laporan Pelayanan Informasi Publik 2024/2025
- Gold Winner: Ruang Fisik Pelayanan Informasi Publik
- Silver Winner: Website ipb.ac.id
- Silver Winner: Program Kehumasan Pemerintah Ekspedisi Patriot IPB
- Bronze Winner: PPID Utama
- Bronze Winner: Kartini Humas Gen X – Herrawaty Febry Astuti, SE
- Silver Winner: Kartini Humas Gen Y – Antonya Rumondang Sinaga, SE, MM
- Silver Winner: Kartini Humas Gen Z – Manik Nurul Alfiyyah
Kompetisi ini diikuti oleh berbagai instansi kementerian, lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak usahanya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum (BLU), pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Penjurian berlangsung dalam dua tahap, yaitu dokumen dan presentasi dengan dewan juri. Tahun ini, tim juri antara lain Asmono Wikan (CEO PR INDONESIA Group), Titis Widyatmoko (Editor in chief Liputan6.com), dan Tuhu Nugraha (Principal at IADERN).
Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. “Penghargaan ini adalah bukti bahwa IPB University tidak hanya unggul dalam akademik dan riset, tetapi juga dalam keterbukaan informasi publik serta komunikasi strategis. Ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus berinovasi, melayani dengan sepenuh hati, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Prof Arif.
Senada dengan itu, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi, menegaskan bahwa prestasi ini lahir dari kerja sama tim yang solid dan konsistensi dalam menghadirkan pelayanan informasi yang transparan, cepat, dan adaptif terhadap kebutuhan publik.
“Kami akan terus menjadi jembatan komunikasi antara kampus dan masyarakat. Penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus meningkatkan standar pelayanan publik dan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Dr Alfian. (dr)

