Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Tangguh, IPB University Gelar Bootcamp Hackathon PRIME SteP 2025

Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Tangguh, IPB University Gelar Bootcamp Hackathon PRIME SteP 2025

Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Tangguh, IPB University Gelar Bootcamp Hackathon PRIME SteP 2025
Berita

IPB University melalui Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) sukses menyelenggarakan Bootcamp Hackathon perdana bagi para startup program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) 2025.

Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 September ini digelar di Gedung Startup Center, Kampus IPB Taman Kencana, Bogor. Program tersebut hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melahirkan ide-ide kreatif yang dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Hackathon menjadi media penting untuk mencetak calon-calon startup dari mahasiswa. Kreativitas dan inovasi mahasiswa yang kita tunggu inilah yang nantinya menjadikan mereka entrepreneur tangguh setelah lulus,” ujar Prof Erika B Laconi, Kepala LKST IPB University.

Ia melaporkan, tahun ini lebih dari 40 kandidat terseleksi menjadi tim Hackathon. Tidak hanya IPB University, dua universitas di Bogor yakni Universitas Pakuan dan Universitas Ibnu Khaldun juga ikut berpartisipasi.

Prof Erika menambahkan, kolaborasi lintas perguruan tinggi diharapkan semakin memperkuat ekosistem inovasi dan startup di tanah air. “Harapannya, impian setiap perguruan tinggi untuk melahirkan bisnis-bisnis tangguh dapat terwujud bersama,” katanya.

Hadir Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr Fauzan Adziman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bootcamp ini dirancang untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa mengubah ide menjadi prototipe solusi.

“Selama satu hingga dua bulan, para peserta akan menyelesaikan sejumlah tantangan. Hasilnya berupa prototipe, dan para pemenang akan mendapatkan dana Rp35 juta untuk membangun ide tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr Fauzan menyebut program ini sebagai embrio dari ekosistem kewirausahaan yang berkesinambungan. “Ke depan, kami menyiapkan skema startup dan akselerator, hingga dukungan investasi strategis bagi produk yang berhasil dikembangkan. 

Ia menuturkan, “IPB University sudah membangun ekosistem yang kuat, dengan mahasiswa yang punya minat tinggi menjadi wirausahawan. Harapannya, lahir lapangan kerja baru sekaligus ilmu yang memberi kebermanfaatan bagi masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dr Beginer Subhan, Direktur Kemahasiswaan IPB University, menegaskan bahwa Hackathon sejalan dengan visi IPB sebagai kampus techno-socio-preneur. “Mahasiswa menjadi subjek utama untuk menciptakan karakter berjiwa techno-socio-preneur. Melalui kegiatan ini, karakter tersebut diperkuat, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang bisa dihilirisasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (AS)