Dari Mahasiswa Hingga Pembuat Kebijakan dari Berbagai Negara Hadir di IPB University, Bahas Isu-isu Krusial Kelautan dan Perikanan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melalui Center for Coastal and Marine Resources Studies (EMBRIO) sukses menyelenggarakan The 7th EMBRIO International Symposium (EIS) secara daring.
Forum internasional bergengsi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, serta mahasiswa dari berbagai negara. Mereka saling berbagi pandangan dan berdiskusi mengenai isu-isu krusial kelautan dan perikanan dengan perspektif biodiversitas, keberlanjutan, dan ketahanan.
Rektor Prof Arif Satria, menyampaikan bahwa simposium ini bukan hanya ruang berbagi pengetahuan. “EIS merupakan wujud komitmen IPB University dalam menghubungkan akademisi, pemerintah, dan masyarakat internasional demi tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tuturnya.
Sebelumnya, Dekan FPIK IPB University, Prof Fredinan Yulianda menegaskan bahwa keberlanjutan kelautan dan perikanan membutuhkan pendekatan multidisiplin serta jejaring riset lintas negara. “Melalui EIS, kami ingin berkontribusi nyata dalam memfasilitasi pertukaran gagasan dan membangun sinergi global menuju laut yang sehat, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya.
Simposium juga diisi dengan presentasi dari para peserta yang berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka menampilkan hasil penelitian dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan. Mulai dari kajian biodiversitas laut, teknologi perikanan, pengelolaan sumber daya pesisir, hingga gagasan inovatif menuju pembangunan kelautan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua The 7th EMBRIO International Symposium (EIS), Dr Roza Yusfiandayani, menyampaikan bahwa simposium ini tidak hanya menjadi ruang akademis, tetapi juga platform strategis untuk memperkuat jejaring internasional dan kolaborasi riset jangka panjang.
“Melalui EIS, kami berharap muncul gagasan-gagasan baru yang dapat menjawab tantangan global sekaligus memberikan solusi nyata untuk masa depan laut yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Pemateri yang hadir dalam forum ini antara lain Prof Rachmat Pambudy (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional) dan Dr Arif Havas Oegroseno (Wakil Menteri Luar Negeri). Selain itu, hadir pula lima invited speakers dari berbagai institusi internasional, yaitu Prof Indra Jaya dari IPB University (Indonesia), Prof Fang Qinhua dari Xiamen University (China), Dr Lisa Becking dari Wageningen University and Research (Belanda), Dr Muhammad Naimullah dari Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia), serta Pilar Velásquez Jofre dari ICIAAD (Guatemala). (*/Rz)
