Banyak Orang Keliru Bedakan Lintah dan Siput Tanpa Cangkang, Dosen IPB University Jelaskan Perbedaannya

Banyak Orang Keliru Bedakan Lintah dan Siput Tanpa Cangkang, Dosen IPB University Jelaskan Perbedaannya

Banyak Orang Keliru Bedakan Lintah dan Siput Tanpa Cangkang, Dosen IPB University Jelaskan Perbedaannya
Ilustrasi lintah dan siput tanpa cangkang (freepik)
Riset dan Kepakaran

Pernah melihat hewan kecil, licin, dan berlendir di halaman rumah? Kebanyakan orang langsung mengusir karena menganggapnya sebagai lintah. Padahal, nyatanya ia adalah siput tanpa cangkang. Ternyata, dua makhluk yang tampak serupa ini memiliki dunia yang sama sekali berbeda.

Dosen Departemen Biologi IPB University, Dr Windra Priawandiputra, menjelaskan perbedaan antara lintah dan siput tanpa cangkang yang kerap disalahartikan sebagai hewan yang serupa. Ia menegaskan bahwa meskipun terlihat mirip secara kasat mata, keduanya memiliki perbedaan mendasar secara taksonomi dan morfologi.

“Siput tanpa cangkang merupakan bagian dari filum Molluska kelas Gastropoda, memiliki tubuh lunak dengan lendir tebal dan tentakel di bagian kepala. Hewan ini bergerak perlahan menggunakan kaki perut dan bantuan lendir,” ujar Dr Windra dalam wawancara tertulis kepada Redaksi IPB Today, Kamis (28/8).

Sementara itu, lintah termasuk dalam filum Annelida kelas Hirudinea. Menurut Dr Windra, lintah memiliki tubuh bersegmen dan dilengkapi dengan pengisap di bagian ujung anterior dan posterior tubuhnya, serta tidak memiliki tentakel di kepala.

“Lintah bergerak dengan cara kontraksi tubuh dan menempel menggunakan pengisap,” tambahnya.

Secara habitat, siput tanpa cangkang umumnya ditemukan di daerah lembap seperti bebatuan, hutan, dan kebun. Adapun lintah dapat hidup di perairan tawar seperti danau, sungai, rawa, maupun di darat dengan lingkungan yang lembap.

Dr Windra juga menjelaskan perbedaan dalam pola makan. Siput tanpa cangkang bersifat herbivora atau detritivor, sedangkan lintah bersifat parasit pada mamalia atau predator bagi invertebrata kecil.

Meski kerap dianggap sebagai hama tanaman, siput tanpa cangkang juga berperan sebagai dekomposer bahan organik. Di sisi lain, lintah diketahui dapat menjadi parasit bagi hewan maupun manusia, namun juga memiliki manfaat dalam bidang medis. (dh)