Sebanyak 60 Karya Ilmiah Terkait Pengelolaan SDA dan Lingkungan dari Berbagai Negara Jadi Rekomendasi Kebijakan
Program Studi Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), Sekolah Pascasarjana IPB University menyelenggarakan The 4th International Seminar on Natural Resources and Environmental Management (ISeNREM) secara hybrid.
Seminar internasional ini menghasilkan 60 karya ilmiah di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dari berbagai negara, yang dirancang menjadi rekomendasi kebijakan untuk pemerintah melalui policy brief.
Ketua Program Studi Doktor PSL IPB University, Prof Widiatmaka, mengatakan bahwa seminar ini bertujuan menjadi wadah pertukaran informasi ilmiah para ahli dari Indonesia dan negara-negara maju. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring dan kolaborasi penelitian guna mencari solusi komprehensif terhadap masalah lingkungan.
“Melalui seminar ini kita bisa berdiskusi dengan ahli dari berbagai negara mengenai bagaimana manajemen pengelolaan lingkungan diterapkan di negara maju seperti Jepang, Polandia, dan Amerika,” ujarnya.
Seminar menghadirkan pembicara dari lima negara, yakni Prof Koji Harashina (Iwate University, Jepang), Prof Małgorzata Kosicka-Gębska (Warsaw University of Life Sciences, Polandia), Dr Edy Hartulistiyoso (IPB University, Indonesia), Prof Yanchong Karen Zheng (MIT, Amerika Serikat), Prof Giulio De Leo (Stanford University, Amerika Serikat), dan perwakilan dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia.
Beberapa topik utama yang dibahas meliputi pendekatan berbasis ekosistem dalam pengelolaan pangan, energi, dan air; strategi ekonomi sirkular untuk pemanfaatan sumber daya berkelanjutan; perencanaan tata guna lahan berkelanjutan; keamanan dan ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim global; serta inovasi energi terbarukan untuk keberlanjutan kawasan pedesaan dan perkotaan.
Karya ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar ini direncanakan akan diterbitkan dalam IOP Proceeding yang terindeks Scopus. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang bagi peneliti muda untuk menjajaki peluang riset independen di negara masing-masing. (*/Rz)

