Saat Andovi da Lopez dan Arie Kriting Sambangi Mahasiswa Baru IPB University

Saat Andovi da Lopez dan Arie Kriting Sambangi Mahasiswa Baru IPB University

Saat Andovi da Lopez dan Arie Kriting Sambangi Mahasiswa Baru IPB University
Berita

Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University hari pertama (11/8) berlangsung meriah. Influencer Andovi da Lopez dan komika Arie Kriting ikut hadir meramaikan acara sekaligus memberikan pesan semangat kepada mahasiswa baru IPB ‘Jatayu Harsakala’.

Di MPKMB Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan D4), Andovi da Lopez menyoroti pentingnya kesadaran generasi muda terhadap isu kesehatan mental, terutama di tengah pengaruh media sosial yang kian kuat.

Ia menekankan bahwa dunia yang dipertontonkan dalam media sosial hanya menampilkan highlight, bukanlah gambaran yang sebenarnya. 

“Instagram itu menunjukkan dunia yang sempurna, sedangkan kita tahu kehidupan bukan selalu berisikan kita yang naik di atas. Jadi, gue merasa sayang kalau generasi sekarang membandingkan diri mereka dengan apa yang ada di media sosial,” ujarnya.

Dalam sesinya, Andovi memberikan tiga tips untuk menghentikan siklus ini. Pertama, kurangi waktu penggunaan media sosial. Kedua, tanamkan mindset bahwa media sosial bukan dunia nyata. Ketiga, prioritaskan hubungan tatap muka atau offline relationship.

“Interaksi offline adalah koneksi yang berkualitas, sehingga penting untuk selalu diprioritaskan,” pesannya. Menurutnya, hubungan langsung seperti bertemu teman di kantin lebih bermakna dibandingkan berinteraksi lewat pesan daring.

Tiga tips ini berhubungan erat dengan pertanyaan yang diangkat oleh salah satu mahasiswa di sesi tanya jawab, terkait support system. Ia menyadari keadaan dan kondisi setiap pribadi tentu berbeda-beda.

“Ketika seorang yang memiliki privilege, justru ia memiliki tanggung jawab lebih besar untuk merangkul orang sekitar, menempatkan empati pada orang lain dan selalu memiliki tingkat emosional yang lebih tinggi. Memiliki komunikasi dan hubungan yang baik mampu meningkatkan kualitas kesehatan mental,” tandasnya.

“Empati dan komunikasi itu kunci. Prinsip ini berlaku bukan hanya di kampus, tapi juga di seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam bernegara,” pungkasnya.

Sementara di MPKMB Program Sarjana (S1) yang berlangsung di kampus IPB Dramaga, sosok komika ternama, Arie Kriting memberikan pesan serupa. Baginya, komunikasi tidak hanya penuh diksi, tapi juga penuh rasa. Rasa yang dihantarkan, dapat membuat orang lebih terhubung.

“Hati-hati dengan komunikasi, karena kita juga perlu memikirkan apa dampak dari komunikasi tersebut,” tegas Arie Kriting di hadapan 5.536 mahasiswa baru program Sarjana (S1) di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga.

Menurut Arie Kriting, Indonesia yang memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda, adalah sebuah hal positif. Dialek yang dibawa oleh daerah mana pun, menurutnya, memberikan kekhasan dan karakter unik dalam berkomunikasi. 

“Dialek tidak akan mengubah dialog karena dengan bahasa yang sama, kita dapat saling mengerti walaupun menggunakan dialek yang berbeda,” pungkasnya. (*/Rz)