Peduli pada Mahasiswa Baru, Konselor IPB University Bagikan Tips Atasi Homesick: Jadikan Rindu sebagai Energi
Memasuki dunia perkuliahan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru, terutama bagi mereka yang pertama kali meninggalkan kampung halaman.
Koordinator Tim Konseling Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Iin Solihin, berbagi tips menghadapi rasa homesick dan membangun kemandirian serta pola adaptasi sehat di lingkungan kampus.
Menurutnya, homesick atau perasaan rindu rumah adalah hal wajar yang dialami mahasiswa baru, terutama saat mereka untuk pertama kali tinggal jauh dari keluarga.
“Homesick adalah bagian dari proses adaptasi terhadap lingkungan baru. Selama masih terjadi dalam batas tertentu, itu normal,” jelasnya.
Ia menjelaskan, gejala homesick umumnya dapat ditolerir selama satu hingga tiga bulan. Namun, bila perasaan ini berlarut-larut, diperlukan penanganan agar tidak mengganggu aktivitas akademik maupun sosial.
“Kecepatan seseorang beradaptasi akan mempercepat aktivitas selanjutnya, baik belajar, berorganisasi, maupun bersosialisasi,” tambahnya.
Tanda dan Gejala
Dr Iin juga memaparkan tanda-tanda homesick, baik secara emosional maupun fisik. Secara emosional, mahasiswa sering merasa sedih, murung, mudah menangis, dan kerap membandingkan kehidupan di rumah dengan di perantauan.
Secara fisik, gejalanya dapat berupa sulit tidur, terlalu banyak tidur, hilang fokus di kelas, hingga malas beraktivitas. “Kadang, pikiran dan perasaan kita masih terpaut dengan rumah, sehingga sulit menikmati kehidupan baru di kampus,” jelasnya.
Dampak homesick pun dapat meluas pada hubungan sosial mahasiswa. Kondisi emosional yang tidak stabil membuat sebagian mahasiswa kurang percaya diri, sulit berinteraksi dengan teman baru, dan akhirnya pasif dalam organisasi maupun kegiatan kampus.
“Kalau menjadi pasif, kita kehilangan peluang membangun jaringan, baik dalam pertemanan, organisasi, maupun tim belajar,” tutur Dr Iin.
Tips Atasi Homesick
Untuk mengatasi homesick, Dr Iin memberikan beberapa tips. Pertama, mahasiswa harus mengingat mimpi dan cita-cita. “Kita datang ke IPB University bukan tanpa tujuan. Fokuslah pada masa depan dan manfaat yang bisa diberikan bagi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Kedua, mahasiswa dianjurkan membangun rutinitas sehat dengan mengatur jadwal belajar, olahraga, ibadah, dan waktu bersantai agar proses adaptasi berjalan lebih cepat.
Ketiga, mahasiswa perlu aktif berinteraksi dan berintegrasi melalui komunitas, organisasi, atau kegiatan kampus lainnya. “Beranikan diri keluar dari zona nyaman, karena banyak teman dan senior yang merasakan hal sama dan siap berbagi pengalaman,” tambahnya.
Terakhir, Dr Iin menyarankan mahasiswa untuk menciptakan rumah kedua dengan menata kos atau asrama senyaman mungkin, membawa barang-barang personal seperti bantal, selimut, atau foto keluarga, serta menjaga komunikasi dengan orang tua/keluarga.
“Rindu itu wajar, tapi jangan sampai membuatmu berhenti. Justru jadikan rindu sebagai bahan bakar untuk meraih cita-cita,” katanya. (dr)

