Inovator IPB University Kembangkan Super Denox, Gantikan Produk Impor untuk Tingkatkan Kualitas Air Tambak Udang

Inovator IPB University Kembangkan Super Denox, Gantikan Produk Impor untuk Tingkatkan Kualitas Air Tambak Udang

denox
Berita / Riset dan Kepakaran

Dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Yuni Puji Hastuti berhasil mengembangkan inovasi produk probiotik bioremediator yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas air lingkungan tambak udang. 

Produk bernama Super Denox ini membuat Rektor IPB University, Prof Arif Satria bangga, “Ini adalah temuan yang luar biasa, karena apa? Dulunya ini semua impor. Sekarang sudah bisa kita produksi sendiri oleh inovator IPB University dan diterapkan di 12 provinsi.” 

“Ini dampaknya luar biasa untuk meningkatkan produksi udang,” kata Prof Arif beberapa waktu lalu.

Inovator produk, Dr Yuni menjelaskan, Super Denox memanfaatkan mikroorganisme lokal Indonesia yang berfungsi dalam proses nitrifikasi dan denitrifikasi. Inovasi ini mampu mengendalikan senyawa nitrogen berbahaya seperti amonia dan nitrit serta menyeimbangkan nitrat.

“Saat ini kita kembangkan juga probiotik berbasis bakteri heterotrof dan antibakteri patogen (vibrio),” kata Dr Yuni kepada redaksi IPB Today (6/8).

Dr Yuni mengungkapkan, latar belakang pengembangan Super Denox didasari oleh permasalahan klasik di sektor akuakultur, yaitu akumulasi limbah nitrogen seperti amonia dan nitrit. Permasalahan ini menyebabkan stres bahkan kematian pada udang di tambak, serta menyebabkan tidak seimbangnya bakteri plankton di dalamnya. 

“Selain itu, ketergantungan terhadap produk impor dengan biaya tinggi dan efektivitas yang kurang sesuai dengan kondisi lokal Indonesia menjadi pendorong motivasi utama untuk menghadirkan solusi berbasis potensi lokal yang lebih terjangkau dan adaptif seperti probiotik ini,” tutur Dr Yuni.

Keunggulan Super Denox
Ia memaparkan bahwa keunggulan utama dari Super Denox adalah penggunaan strain bakteri lokal dari laut Indonesia dan mengandung bahan pembawa yang memiliki tingkat konsumsi dalam negeri lebih dari 80 persen. Probiotik yang telah teruji ini mampu bertahan dan berfungsi optimal dalam kondisi tambak tropis di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, produk ini tidak hanya mengandalkan bakteri nitrifikasi, tetapi juga mengintegrasikan dengan bakteri denitrifikasi, yang mampu mereduksi nitrit hingga 95 persen di tambak. Produk telah diformulasikan dengan nutrien pendukung yang mendorong efektivitas kerja bakteri yang aman untuk lingkungan tanpa menimbulkan residu berbahaya. 

“Keunggulan lainnya adalah efisiensi biaya serta hasil uji lapang yang menunjukkan peningkatan kualitas air lingkungan tambak, sehingga mendukung kelangsungan hidup udang” tambah Dr Yuni.

Produk saat ini terus dikembangkan dengan pendekatan biopresisi, yaitu disesuaikan berdasarkan hasil pemantauan parameter kualitas air secara real time, menjadikannya lebih adaptif dan tepat guna.

Dr Yuni berharap Super Denox dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dan inklusif bagi pengelolaan lingkungan untuk sektor budi daya khususnya udang di Indonesia. 

“Dengan keberhasilan menjangkau 12 provinsi, saya berharap produk ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung petambak lokal dalam meningkatkan produktivitas secara ramah lingkungan,” harapnya. 

Lebih jauh, ia ingin membuktikan bahwa inovasi IPB University berbasis mikroorganisme lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk menggantikan produk impor dan memperkuat kemandirian sektor akuakultur nasional dan internasional. (MHT)