Pegawai Baru IPB University Ikuti Onboarding untuk Wujudkan Tridarma yang Bermakna

Pegawai Baru IPB University Ikuti Onboarding untuk Wujudkan Tridarma yang Bermakna

Pegawai Baru IPB University Ikuti Onboarding untuk Wujudkan Tridarma yang Bermakna
Berita

IPB University menyelenggarakan Onboarding Training atau Pelatihan Dasar Pegawai Tahun 2025 di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Dramaga, Bogor (14/7). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter pegawai baru yang inovatif, intelektual, dan berorientasi pada karya tridarma perguruan tinggi.

Program ini diikuti oleh 138 pegawai baru yang terdiri dari 112 dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS), 10 dosen tetap non-PNS, dan 16 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka akan mengikuti pembekalan intensif selama tiga bulan.

Direktur Sumber Daya Manusia IPB University, Dr Heti Mulyati, menyampaikan bahwa IPB University mengubah sistem orientasi pegawai baru melalui pendekatan onboarding. “Latihan dasar untuk dosen dan tendik kini diubah menjadi onboarding. Ini dalam rangka menyiapkan pegawai baru yang akan mengabdi di IPB University,” katanya.

Dr Heti menuturkan bahwa program onboarding ini dulunya bernama Masa Orientasi Dosen Institut Pertanian Bogor (MODI) dan Masa Orientasi Tenaga Kependidikan (Tendik) Tetap IPB (MOTI). Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan juga pendekatan mendalam terhadap pembentukan karakter dan pemahaman nilai-nilai IPB University.

Program ini mengusung tiga nilai utama yang diharapkan tertanam pada seluruh pegawai baru, yakni impactful, passionate, dan brilliant. “Kami ingin dosen dan tendik IPB University memberikan karya yang berdampak signifikan. Bekerja dengan semangat dan dedikasi dari hati,” ujar Dr Heti.

Materi yang diberikan meliputi pendalaman sejarah dan kebijakan akademik IPB University, riset, konektivitas global, kompetensi sosio-kultural, kompetensi teknis, bela negara, dan campus tour. “Materi ini kami desain padat namun tetap bermakna, agar tidak mengurangi esensi pembentukan kompetensi pegawai,” ucapnya.

Materi selengkapnya sebagai berikut: Norma dan Etika Kehidupan Kampus; Akuntabilitas dan Tata Kelola Organisasi; Wawasan Kebangsaaan, Ideologi dan Bela Negara; Anti Korupsi Pegawai; Kebijakan Pendidikan dan Kemahasiswaan; Kebijakan Sumberdaya dan Infrastruktur; Kebijakan Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni; Kebijakan Riset, Inovasi dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim; Pengembangan Inovasi dan Start-Up, Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran; Pengembangan Penelitian di Perguruan Tinggi; Strategi Pengabdian Masyarakat Agromaritim; Etika dan Strategi Publikasi Ilmiah; Strategi Peningkatan Sitasi Publikasi Ilmiah; Pengelolaan Informasi dan Transformasi Digital; Communication Skill; Teamwork dan Leadership; dan Campus Tour. Selain itu peserta akan mengikuti masa habituasi (aktualisasi diri) dan harus mempresentasikan hasil habituasinya di akhir kegiatan.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menyampaikan pesan mendalam kepada para pegawai baru dalam kegiatan orientasi pegawai. Ia mengatakan bahwa dosen-dosen baru di IPB University tidak sekadar berpikir biasa, tetapi berorientasi pada excellence, kebermanfaatan, dan hasil yang berlipat ganda. 

“Kita tidak bisa menjadi dosen biasa-biasa saja. Kita harus menjadi dosen yang luar biasa, menginspirasi, dan hebat,” katanya.

Lebih lanjut, Prof Arif menjelaskan bahwa banyak hal yang tidak cukup dijelaskan melalui buku atau slide presentasi. “Semua orang bisa baca buku, belajar dari Artificial Intelligence (AI), atau download materi dari YouTube. Tapi pengalaman pribadi dosenlah yang menjadikan pembelajaran berbeda,” tuturnya.

Prof Arif juga mengatakan bahwa mahasiswa akan mencintai ilmu pengetahuan jika dosennya mampu membangkitkan rasa ingin tahu. “Tugas dosen adalah membuat mahasiswa mencintai pengetahuan dan mempergunakannya,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa inspirasi bukan datang dari kata-kata saja, tapi dari keteladanan dan karya nyata.

Prof Arif juga mengingatkan bahwa membangun karya tidak bisa instan. “Karya butuh proses, butuh mentoring, dan dimulai dari sekarang,” tuturnya. Ia mendorong para dosen baru untuk segera mulai mempersiapkan kontribusi nyata mereka bagi IPB University dan bangsa. (dr)