IPB University Jadi Tempat Para Mahasiswa Asing Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia

IPB University Jadi Tempat Para Mahasiswa Asing Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia

IPB University Jadi Tempat Para Mahasiswa Asing Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia
Berita / Pendidikan

Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara di lima benua mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di IPB University. Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan berbahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui kegiatan praktik memasak, menari, hingga menyanyi lagu-lagu daerah.

Program BIPA dikelola oleh tiga lembaga, yakni Direktorat Pendidikan Kompetensi Umum (PKU) untuk mata kuliah program Sarjana (S1); Sekolah Pascasarjana untuk  untuk mahasiswa S2 dan S3; serta Direktorat Pendidikan Internasional untuk penerima program The Indonesian AID Scholarship (TIAS).

Dikelola oleh Direktorat Pendidikan Kompetensi Umum (PKU), BIPA menjadi bagian dari program akademik resmi IPB University. Dr Defina, SS, MSi dosen Bahasa Indonesia di IPB University, menjelaskan bahwa program ini diberikan dua kali seminggu dengan bobot dua satuan kredit semester (SKS). 

“Program ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai kategori, seperti peserta program kelas internasional, pertukaran pelajar, hingga mahasiswa riset jangka pendek,” ujar Dr Defina saat ditemui di Kampus IPB Dramaga, Bogor (21/7).

Mahasiswa yang ikut berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, Korea, Thailand, Australia, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Irlandia, Sudan, Yaman, dan lainnya. “Ada pula yang datang hanya untuk mendukung aktivitas riset mereka,” imbuhnya.

Selain itu, BIPA juga menjadi bagian dari syarat beasiswa untuk mahasiswa internasional, termasuk dari program Kementerian Luar Negeri dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Mahasiswa penerima beasiswa ini diwajibkan mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia selama satu semester hingga satu tahun, tergantung ketentuan program masing-masing.

“Mahasiswa dari program KNB yang berasal dari perguruan tinggi seluruh Indonesia diwajibkan belajar bahasa Indonesia selama satu tahun. Mereka ini umumnya adalah mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai bidang ilmu,” tuturnya. 

Dalam program ini, Dr Defina membeberkan, IPB University memberikan materi pertanian sebagai ciri khas. Meskipun berasal dari berbagai latar belakang, seperti ilmu komputer, gizi, ekonomi, dan bisnis, mahasiswa tetap dibekali dengan pemahaman umum mengenai pertanian, kehutanan, agribisnis, dan statistik pertanian. 

“Oleh karena itu, kami menyusun buku ajar khusus yang mencakup topik-topik terkait pertanian untuk mendukung pembelajaran selama satu semester pertama,” tambahnya.

Selain fokus pada tata bahasa, membaca, menulis, dan kosakata, pembelajaran juga mencakup pengenalan budaya. Mahasiswa diajak mengenal budaya Indonesia lewat praktik langsung seperti memasak makanan tradisional (rendang, ketan hitam, bakwan, dan lainnya), bernyanyi dan menari lagu daerah. Mereka juga memperkenalkan masakan khas dari negara asal untuk dinikmati bersama.

Tak hanya itu, kegiatan di luar kelas seperti kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Masjid Istiqlal, Katedral Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan, hingga Kota Tua menjadi bagian dari metode pembelajaran kontekstual. 

“Dengan mengenal langsung keberagaman dan sejarah Indonesia, mereka lebih memahami penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata,” tambah Dr Defina.

Sebagai pelengkap, mahasiswa asing juga diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa Indonesia untuk melatih kemampuan bahasa secara praktis. Mereka bahkan diminta melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar sebagai tugas belajar.

Program BIPA di IPB University menggabungkan pengajaran bahasa dengan pemahaman budaya dan konteks sosial Indonesia secara langsung, memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia. (dh)