Guru Besar IPB University Ungkap Potensi Asam Gelugur sebagai Pelangsing Alami dan Antioksidan

Guru Besar IPB University Ungkap Potensi Asam Gelugur sebagai Pelangsing Alami dan Antioksidan

Guru Besar IPB University Ungkap Potensi Asam Gelugur sebagai Pelangsing Alami dan Antioksidan
Ilustrasi asam gelugur (instagram/minus4degree)
Riset dan Kepakaran

Guru Besar Ilmu Kimia IPB University, Prof Dyah Iswantini Pradono, mengungkapkan bahwa buah asam gelugur (Garcinia atroviridis) menyimpan potensi luar biasa sebagai sumber bahan aktif alami yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. 

Prof Dyah menyebutkan bahwa senyawa utama yang terkandung dalam buah tersebut adalah asam hidroksisitrat (Hydroxycitric Acid/HCA). Senyawa organik ini yang paling berperan dalam memberi rasa asam khas pada buah ini sekaligus memiliki manfaat sebagai pelangsing tubuh.

“Asam hidroksisitrat atau HCA merupakan senyawa aktif utama dari asam gelugur yang memiliki efek signifikan sebagai penurun berat badan,” jelas Prof Dyah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain HCA, buah ini juga mengandung asam sitrat, asam askorbat (vitamin C), dan flavonoid, yang telah diteliti memiliki berbagai manfaat bioaktif.

“Penelitian yang telah dilakukan baik secara in vitro maupun in vivo menggunakan hewan coba, menunjukkan bahwa asam gelugur berkhasiat sebagai penurun bobot badan. Ini sudah dibuktikan dengan paten yang telah diberikan untuk penggunaan senyawa ini sebagai agen pelangsing,” ujar Prof Dyah.

Menurutnya, mekanisme kerja HCA sebagai pelangsing adalah dengan cara menghambat kerja enzim lipase pankreas, yaitu enzim yang berperan dalam pemecahan lemak. “Senyawa ini bekerja sebagai inhibitor lipase yang sangat baik, sehingga mampu menghambat absorpsi lemak di permukaan usus,” tambahnya.

Tak hanya sebagai pelangsing, Prof Dyah menambahkan bahwa senyawa dalam asam gelugur juga berpotensi sebagai antioksidan dan antimikroba. “Kandungan flavonoid dan vitamin C dalam buah ini berkontribusi pada efek antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas,” jelasnya.

Asam gelugur, lanjut Prof Dyah, juga memiliki potensi luas untuk dikembangkan dalam berbagai produk kesehatan, pangan, hingga kosmetik. Prof Dyah mengatakan bahwa pemanfaatan asam gelugur tidak berhenti sampai pada penelitian laboratorium saja, melainkan telah sampai pada tahap produksi dan komersialisasi.

“Saat ini sudah ada produk bernama Prolislim, yang merupakan hasil hilirisasi riset dan diproduksi oleh PT Indofarma Tbk. Produk ini menggunakan ekstrak asam gelugur sebagai bahan aktif utama untuk menurunkan berat badan,” ungkapnya.

Produk Prolislim pada awalnya dikategorikan sebagai Obat Tradisional (OT). Namun, pengembangan terus dilakukan agar statusnya naik menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT). Prof Dyah menjelaskan bahwa dengan naiknya status menjadi OHT, maka produk tersebut bisa memiliki klaim khasiat yang diakui secara resmi. (dr)