Ahli Tanaman Obat IPB University: Murbei, Tanaman Potensial Tapi Belum Banyak Dimanfaatkan

Ahli Tanaman Obat IPB University: Murbei, Tanaman Potensial Tapi Belum Banyak Dimanfaatkan

Ahli Tanaman Obat IPB University Murbei, Tanaman Potensial Tapi Belum Banyak Dimanfaatkan
Tanaman murbei (Morus spp.) foto: freepik/jannoon028
Riset dan Kepakaran

Tanaman murbei (Morus spp.) yang selama ini dikenal di Indonesia sebagai pakan ulat sutra, ternyata memiliki potensi besar di bidang kesehatan. Sayangnya, pemanfaatannya di Tanah Air masih terbatas jika dibandingkan dengan negara lain seperti Tiongkok. Demikian disampaikan oleh Prof Sandra Arifin Aziz secara online kepada reporter Humas IPB (9/7).

Di Indonesia, murbei umumnya digunakan untuk industri sutra dan sebagai pakan ternak. Sementara di Tiongkok, masyarakat telah lama memanfaatkan daun murbei sebagai sayuran dan obat tradisional. 

“Di Tiongkok, daun murbei digunakan untuk menurunkan tekanan darah, sebagai antidiabetes, membantu fungsi hati, meredakan batuk, serta memperbaiki kesehatan mata, ginjal, dan kulit,” ungkap Prof Sandra, ahli tanaman obat dari Fakultas Pertanian IPB University.

Menurut dia, daun murbei mengandung senyawa aktif seperti deoxynojirimycin (DNJ), yang berpotensi sebagai antidiabetes, serta flavonoid yang memiliki sifat antioksidan. 

“Daunnya juga dapat dikeringkan dan diseduh seperti teh. Bagian lain seperti kulit batang, buah, dan akar juga memiliki manfaat, meskipun belum umum digunakan di Indonesia,” ujarnya.

Di negara maju, tanaman murbei bisa berumur sangat panjang, bahkan ratusan tahun. Namun, Prof Sandra menuturkan, peremajaan tetap diperlukan agar tanaman tetap produktif.

Tanaman murbei tumbuh baik di dataran tinggi. Di Indonesia, jenis Morus alba paling banyak dibudidayakan, terutama di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Daerah lain seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur juga dikenal sebagai sentra produksi sutra, meski pemanfaatan murbei di bidang kesehatan belum berkembang luas.

Prof Sandra menambahkan bahwa kurangnya pemanfaatan murbei sebagai tanaman obat di Indonesia bisa jadi disebabkan karena statusnya sebagai tanaman introduksi.

Ia menyarankan agar potensi murbei dikaji lebih dalam dan dimanfaatkan secara maksimal, mengingat kandungan bioaktifnya yang kaya dan manfaatnya bagi kesehatan. (dh)