Tingkatkan Kesejahteraan, IPB University Beri Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Putra Putri Pegawai

Tingkatkan Kesejahteraan, IPB University Beri Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Putra Putri Pegawai

Tingkatkan Kesejahteraan, IPB University Beri Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Putra Putri Pegawai
Berita / Pengabdian Masyarakat

Sebagai upaya peningkatan kesejahteraan terhadap pegawainya, IPB University memberikan program Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) bagi Putra Putri Pegawai. Kebijakan ini sesuai Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 237 Tahun 2023. Program yang dikelola Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) ini diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun, termasuk di 2025.

Rektor IPB University Prof Arif Satria menjelaskan, IPB menyelenggarakan program ini sejak 2023, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pegawai dan membantu meringankan beban biaya pendidikan.

“Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan keberlanjutan pendidikan anak-anak, serta mendukung program pemerintah wajib belajar 12 tahun,” ujar Prof Arif.

Lebih lanjut, Prof Arif menyebut, pegawai yang berhak menerima bantuan biaya pendidikan untuk putra-putrinya antara lain; Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) golongan I dan II, Pegawai Tetap IPB golongan II, dan Pegawai IPB dengan Perjanjian Kerja.

Adapun putra putri yang memperoleh bantuan biaya pendidikan ialah yang berada di tingkat SD sederajat, SMP sederajat, dan SMA sederajat. Pada 2024 tercatat sudah ada 896 orang penerima BBP dari berbagai jenjang sekolah, yaitu SD 519 orang, SMP 198 orang, dan SMA 179 orang dengan nominal bantuan Rp632 juta.

“Alhamdulillah pada saat ini ada 900 lebih anak-anak pegawai di tingkat SD, SMP, dan SMA mendapatkan beasiswa dari IPB University,” kata Prof Arif. 

Penyerahan bantuan dijadwalkan akan diberikan pada bulan Juli dan Desember 2025 dengan besaran masing-masing siswa SD sederajat Rp500 ribu, SMP sederajat Rp750 ribu, dan SMA sederajat Rp1 juta.

Selain dalam bentuk uang, kata Prof Arif, anak-anak penerima BBP diberikan motivasi dalam acara fun gathering. Dalam acara tersebut, mereka diberikan berbagai materi yang memberikan semangat belajar, tidak takut untuk bercita-cita setinggi-tingginya, serta diselingi dengan permainan aktivitas luar ruangan yang menyenangkan dan mengesankan.

“Bantuan biaya pendidikan tersebut akan dibayarkan melalui rekening payroll pegawai sedangkan Fun Gathering dilaksanakan di Gedung Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Bogor,” jelasnya.

Di samping itu, Prof Arif menegaskan, kesejahteraan tidak semata-mata diukur dari besarnya peningkatan gaji, tetapi juga dari seberapa besar beban pengeluaran yang dapat dikurangi. Menurutnya, pendekatan terhadap kesejahteraan harus lebih menyeluruh, termasuk dengan menurunkan biaya-biaya esensial seperti pendidikan.

“Kesejahteraan itu bukan hanya soal menambah penghasilan, tapi juga bagaimana mengurangi pengeluaran. Ketika sebagian beban dibantu, seperti biaya pendidikan, maka itu juga merupakan bentuk peningkatan kesejahteraan,” ujarnya. (*/Rz)