Rektor IPB University Dorong Wisudawan Jadi Pemimpin Masa Depan, Sebut Dua Sosok Inspiratif Ini
IPB University kembali mewisuda 800 lulusan dalam prosesi Wisuda Tahap VII Tahun Akademik 2024/2025, yang meliputi jenjang Doktor, Magister, dan Sarjana. Acara berlangsung di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Rabu (25/6).
Dalam pidato wisudanya, Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menyampaikan pesan tentang pentingnya menjadi pemimpin perubahan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Lulusan IPB University tidak cukup hanya menjadi pengikut, apalagi sekadar penonton atau penentang perubahan, tetapi harus menjadi penggerak perubahan yang berdampak luas dan positif,” ujarnya.
Prof Arif mengangkat kisah dua sosok inspiratif sebagai contoh pemimpin perubahan sejati yang bisa jadi teladan lulusan: Kasim Arifin dan Kiryono.
Pada tahun 1964, Kasim Arifin melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Waimital, Maluku. Selama pengabdiannya, alumnus IPB University ini membangun irigasi, membantu petani miskin meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, serta mendirikan sekolah dan tempat ibadah. Hingga kini, kontribusinya masih dirasakan masyarakat, menjadikan Kasim dikenang sebagai “pahlawan desa”.
Di masa kini, Kiryono dari Desa Cibulao menjadi contoh pemimpin perubahan di tingkat akar rumput. Dengan pendampingan dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, ia berhasil mengubah pola pikir masyarakat dari perambah hutan menjadi pelaku ekonomi berkelanjutan melalui budi daya kopi.
Berkat kerja kerasnya, Cibulao kini dikenal sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas nasional. Belum lama ini, IPB University pun memberikan “golden ticket” kepada anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi sebagai upaya mengentaskan kemiskinan.
“Pemimpin sejati bukan hanya mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain, tetapi juga mampu memimpin perubahan dan masa depan,” ujar Prof Arif.
Lebih lanjut, ia mengajak para wisudawan untuk memiliki future mindset, mengembangkan learning agility, serta memperkuat karakter dan integritas. “Kemampuan mungkin akan membawa seseorang ke puncak, tetapi karakterlah yang akan membuatnya bertahan di sana,” tegasnya.
Di samping itu, sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan dan peningkatan daya saing lulusan, IPB University menyiapkan program onboarding untuk alumni yang belum mendapat pekerjaan setelah enam bulan wisuda. “Tujuannya agar skill alumni tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Mengakhiri pidato, Prof Arif memberikan kabar baik bahwa pada 2025, IPB University menempati peringkat 49 dunia dan peringkat 10 di Asia dalam bidang pertanian dan kehutanan, serta masuk peringkat 399 dunia secara keseluruhan versi QS WUR. Baginya, capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh alumni IPB University.
Dalam momen itu, Ir Ali Fatoni, Dewan Pembina Alumni Bisnis Cendekia dan Aksi Relawan Mandiri, juga mengajak alumni IPB University untuk menjadikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh sebagai bekal untuk memberikan kebermanfaatan yang luas kepada masyarakat.
“Wisuda merupakan babak baru dalam kehidupan kita. Kita telah dibekali ilmu dan pengalaman yang luas. Kita dipersiapkan menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Ali Fatoni.
Menurutnya, wisudawan harus tampil sebagai agen perubahan yang positif dan berkelanjutan dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat. (AS)

