Pakar Ekonomi Syariah IPB University Tanggapi Akuisisi BSI oleh Danantara

Pakar Ekonomi Syariah IPB University Tanggapi Akuisisi BSI oleh Danantara

Pakar Ekonomi Syariah IPB University Tanggapi Akuisisi BSI oleh Danantara
Riset dan Kepakaran

Pakar Ekonomi Syariah IPB University, Prof Irfan Syauqi Beik, menyampaikan pandangannya terkait akuisisi Bank Syariah Indonesia (BSI) oleh Danantara. Ia menilai akuisisi ini dapat memberikan dampak positif jika dikelola secara hati-hati dan komprehensif.

“Saya berharap bahwa akuisisi BSI oleh Danantara bisa memberikan efek positif terhadap pengembangan BSI. Oleh karena itu, masalah legalitasnya harus jelas,” ujarnya.

Prof Irfan mengingatkan pentingnya kelancaran proses transisi dari Bank Mandiri sebagai pemegang saham pengendali (PSP) kepada Danantara agar tidak mengganggu kinerja BSI.

Ia juga menyarankan adanya kajian mendalam, termasuk penambahan modal inti agar BSI bisa naik kelas menjadi bank buku 4. 

“Akuisisi ini bisa menempatkan BSI sejajar dengan mantan induknya, Bank Mandiri, karena keduanya akan berada di bawah kendali Danantara,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari grand design Danantara sebagai super holding BUMN strategis di Indonesia. Diharapkan, BSI dapat memberi nilai tambah lebih besar dalam ekosistem tersebut. Namun, ia menekankan perlunya kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi BSI maupun Danantara.

Prof Irfan juga mengingatkan agar dukungan yang sebelumnya diberikan Bank Mandiri, seperti teknologi dan layanan, tidak terputus pasca-akuisisi. Ia menilai Danantara harus bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan BSI.

Lebih lanjut, ia melihat akuisisi ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi BSI dalam industri perbankan nasional, termasuk keterlibatannya dalam perbankan internasional guna mendukung ekspor industri halal.

“BSI juga bisa diperkuat perannya dalam penyaluran KUR Syariah, APBN dan APBD, serta mendukung program strategis nasional,” tambahnya.

Prof Irfan menutup dengan menyoroti pentingnya eksplorasi sektor baru oleh BSI, seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan ekonomi kreatif. Ia juga mendorong BSI untuk memperkuat peran dalam optimalisasi zakat dan wakaf sebagai bagian dari pengembangan sektor keuangan sosial syariah. (dh)