Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Ciptakan Inovasi Dollipop, Doll Bouquet AR Pertama di Indonesia
Lima mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) sukses mengembangkan Dollipop, sebuah produk Doll Bouquet pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR).
Produk ini tidak hanya menjadi pionir dalam memadukan visual fisik dan konten digital, tetapi juga menghadirkan cara baru dalam menyampaikan pesan emosional melalui hadiah.
Dollipop merupakan buket boneka yang menampilkan satu boneka utama dikelilingi oleh boneka kecil. Melalui aplikasi khusus, pengguna dapat memindai marker tersembunyi pada boneka dan mengakses berbagai konten digital seperti pesan video, galeri foto, musik, dan animasi.
Muhammad Aqil Musthafa Ar Rachman, CEO Dollipop menjelaskan, inovasi ini memungkinkan pengalaman personalisasi yang unik dan menyentuh. “Dollipop bukan sekadar produk, tetapi sebuah pengalaman baru bagi para gift seeker dan memory maker yang ingin memberikan hadiah lebih bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa integrasi AR menjadikan proses pemilihan dan desain buket lebih menyenangkan, interaktif, dan realistis.
Teknologi AR dalam produk ini dirancang ramah pengguna cukup dengan menginstal aplikasi Dollipop, memindai boneka, dan konten digital langsung muncul di layar ponsel. Tak perlu keahlian teknis untuk menikmati pengalaman ini.
Tim pengembang Dollipop terdiri dari Muhammad Aqil Musthafa Ar Rachman, Nurrizkyta Aulia Hanifah, Nasywa Shafa Salsabila, Marsya Halya Alfrida, dan Anka Luffi Ramdani. Mereka adalah mahasiswa TRPL Sekolah Vokasi IPB University.
Berangkat dari pemahaman dasar tentang AR yang diperoleh di mata kuliah Teknologi Virtual, mereka menginisiasi proyek ini di bawah bimbingan dosen Amata Fami, MDs dan Faldiena Marcelita, ST, MKom. Projek ini juga bagian dari mata kuliah Technopreneurship.
Inovasi ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak dan berhasil meraih posisi Top 10 dalam program Rocket Youthpreneur Bogor. Belum lama ini, mereka juga mendapat kesempatan pitching langsung dengan investor dari Saratoga Investama.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Sandination oleh Dr H Sandiaga Salahuddin Uno, serta didukung oleh Program Mahasiswa Wirausaha dan Direktorat Pengembangan Karir, Kewirausahaan dan Hubungan Alumni IPB University.
“Dukungan ini sangat berharga bagi kami untuk mengembangkan inovasi dan memperkenalkan Dollipop ke pasar yang lebih luas,” tutur Marsya Halya Alfrida.
Dollipop menjadi bukti kuat bagaimana mahasiswa mampu melahirkan solusi inovatif yang menggabungkan teknologi, kreativitas, dan empati. Produk ini bukan sekadar buket boneka, tetapi simbol revolusi digital dalam industri hadiah personal. (TPL/ASW/Rz)

