IPB University Tuan Rumah Munas BEM SI 2025, Rektor Pesankan Dua Peran Strategis Mahasiswa

IPB University Tuan Rumah Munas BEM SI 2025, Rektor Pesankan Dua Peran Strategis Mahasiswa

IPB University Tuan Rumah Munas BEM SI 2025, Rektor Pesankan Dua Peran Strategis Mahasiswa
Berita

IPB University didaulat sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Munas (BEM SI) XVIII. Pada pembukaan yang digelar di Kampus IPB Dramaga (26/6), Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menyambut baik kehadiran para mahasiswa sebagai generasi penerus dan calon pemimpin masa depan bangsa.

Bagi Rektor, Munas BEM SI ini sebagai momentum penting untuk melakukan konsolidasi dan menentukan arah gerakan mahasiswa ke depan. Menurutnya, gerakan mahasiswa masa kini harus berperan dalam dua aspek utama: demokrasi dan teknokrasi.

“Mahasiswa tidak hanya harus mampu memimpin orang lain, tetapi juga harus mampu memimpin perubahan dan masa depan. Lead change dan lead the future adalah hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa hari ini,” ucap Prof Arif.

Ia menambahkan bahwa peran teknokrasi menuntut mahasiswa untuk menguasai inovasi, teknologi, dan keterampilan yang relevan dengan dinamika zaman. Di sisi lain, mahasiswa juga harus aktif mengawal proses demokrasi sebagai bagian dari kontribusi terhadap bangsa.

Prof Arif juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan 5.0, yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat. “Tanpa kekuatan inovasi dan teknologi, akan sulit bagi Indonesia menjadi bangsa besar,” jelasnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, yang hadir dalam pertemuan itu, mengingatkan kepada mahasiswa tentang pentingnya budaya ilmiah sebagai fondasi kuat masa depan bangsa.

“Perkembangan industri dan pembangunan di masa depan sangat bergantung pada penguasaan pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun fondasi yang kuat melalui budaya ilmiah seperti membaca, menguasai teknologi, dan menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Prof Brian juga menyoroti tantangan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat menghambat pertumbuhan kapasitas intelektual generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang matang agar tidak salah langkah dan mampu mengambil peran strategis.

“Mahasiswa ke depan harus menjadi lokomotif sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung pengembangan industri, hilirisasi, dan sektor-sektor strategis lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Dr Andi Amran Sulaiman, turut menekankan pentingnya peran generasi muda, termasuk generasi milenial dan gen Z, dalam menjaga keberlanjutan program-program strategis pemerintah. Sebagai penerus kepemimpinan bangsa, mahasiswa perlu memahami arah kebijakan, program prioritas, dan agenda strategis nasional.

“Ini adik-adik kita, generasi muda, generasi Z. Mereka adalah masa depan bangsa. Harus kita jaga, kita edukasi, dan terus sharing supaya mereka tahu perjalanan pemerintahan,” kata Menteri Amran.

Pemahaman atas kebijakan tersebut, lanjutnya, akan mempersiapkan mahasiswa untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional di masa depan. “Anak-anak kita ini akan menggantikan kita nanti. Jadi harus kita jaga bersama,” tegasnya. (AS)