Bantu Wujudkan Kabupaten Mandiri Pangan, IPB University dan Pemkab PPU Teken MoU
IPB University dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (10/6). Bupati PPU dan rombongan diterima oleh Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar di Kampus Dramaga.
Kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Fokus kerja sama juga meliputi penerapan inovasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan produktivitas pertanian, serta pemberian Beasiswa Utusan Daerah (BUD).
Bupati PPU, Mudyat Noor, SHut dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten PPU merupakan salah satu sentra pertanian penting di Kalimantan Timur. Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), ia berharap PPU tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga kabupaten yang mandiri di bidang pangan.
Namun, lanjut dia, permasalahan terkait lahan dan peningkatan kualitas pertanian menjadi fokus utama pemerintah daerah. “Perkembangan pertanian di sana sempat menurun karena persoalan SDM dan karena teknologi pertanian kita yang masih menggunakan teknologi biasa, bukan teknologi tinggi,” jelasnya.
Mudyat berharap, kunjungan ke IPB University ini dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan dukungan para ahli dan teknologi mutakhir. Menurutnya, langkah ini penting demi mewujudkan visi PPU sebagai kabupaten pertanian yang tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, baik untuk masyarakat lokal maupun penghuni IKN di masa depan.
“Kami sangat berharap IPB University, dengan keahliannya di bidang pertanian, dapat membantu kami meningkatkan produksi pertanian di Penajam, khususnya beras,” ucapnya.
Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar menyambut baik kerja sama ini.
Terkait pengembangan komoditas beras, ia membeberkan bahwa IPB University telah menunjukkan agresivitas tinggi dalam penelitian padi. “Setelah berhasil mengejar produktivitas melalui varietas seperti IPB3S dan IPB9G, fokus riset kini beralih ke padi fungsional atau aromatik. Beberapa padi aromatik sudah diakui,” ucap Prof Iskandar.
Selain itu, ia mengatakan, IPB University juga membuka pintu bagi putra-putri daerah dari PPU untuk melanjutkan studi dan mengembangkan keahlian sesuai dengan komoditas unggulan di sana, seperti pertanian dan perkebunan kelapa sawit.
“Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan SDM lokal yang berkualitas di sektor pertanian,” jelasnya. (AS)

