Bahas Petani Kecil dan Transisi Lahan, LRI LPI IPB University Buka Ruang Dialog Bilateral dengan Uni Eropa
Dunia tengah menghadapi tantangan besar dalam mencapai target iklim dan keanekaragaman hayati. Untuk itu, Lembaga Riset Internasional Lingkungan dan Perubahan Iklim (LRI LPI) IPB University menginisiasi dialog bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa.
Dialog dihelat bersama Institut du Développement Durable et des Relations Internationales (IDDRI) dan Basque Center for Climate Change (BC3). Pertemuan ini membahas peluang kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia, khususnya terkait solusi pembiayaan bagi petani kecil dalam upaya transisi penggunaan lahan yang berkelanjutan.
Topik ini mengemuka karena hutan, khususnya di negara tropis seperti Indonesia, memainkan peran penting dalam menahan laju perubahan iklim. Namun, tekanan terhadap hutan terus meningkat, salah satunya akibat ekspansi pertanian skala kecil yang belum didukung oleh sistem pembiayaan yang memadai.
“Indonesia memiliki dua misi besar yang harus dicapai secara bersamaan, yakni mengakhiri deforestasi dan menghapus kelaparan nasional pada tahun 2045,” papar Prof Damayanti Buchori, Kepala Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin (CTSS) IPB University
Oleh karena itu, menurutnya, petani kecil perlu didukung untuk beralih ke praktik yang lebih produktif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan tetap berkontribusi terhadap konservasi hutan.
Frida Sund Falkevik dari Direktorat Jenderal Aksi Iklim Uni Eropa menjelaskan pendekatan Eropa dalam mendorong praktik pertanian dan kehutanan berkelanjutan melalui regulasi pertanian karbon dan kebijakan insentif carbon removals.
Sementara itu, Aditya Nayu Nanda, CEO World Wildlife Fund (WWF)-Indonesia, menyoroti berbagai hambatan yang masih dihadapi petani kecil dalam mengakses sumber pembiayaan.
“Tantangan menjadi semakin kompleks karena pasar global, termasuk Uni Eropa, kini mensyaratkan produk pertanian yang bebas dari deforestasi melalui regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR),” tuturnya.
Di sesi penutup, Prof Rizaldi Boer selaku Kepala LRI LPI IPB University, menegaskan bahwa transisi lahan yang berkelanjutan tidak hanya memerlukan kebijakan yang tepat, tetapi juga pendanaan yang inklusif dan kolaborasi lintas batas.
“Kolaborasi antara Indonesia dan Uni Eropa diharapkan menjadi katalisator menuju model pembangunan rendah emisi yang tetap menjamin kesejahteraan petani dan keberlanjutan ekosistem,” pungkasnya. (*/Rz)

