Gandeng KBRI Seoul, Tiga Mahasiswa SB IPB University Bekali Wirausaha Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan
Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dan mendukung pemberdayaan ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan, Sekolah Bisnis (SB) IPB University bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul menggelar seminar bertajuk “Cerdas Berinvestasi dan Sukses Berbisnis Waralaba”.
Seminar ini merupakan bagian dari program Kami Mantap Pulang dari Korea (Kampung Korea) Spesial. Acara yang digelar secara hybrid di Ruang Serbaguna KBRI Seoul ini diikuti lebih dari 110 orang peserta PMI di Korea Selatan.
Guru Besar Sekolah Bisnis IPB University, Prof Hartoyo turut menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus berkontribusi kepada masyarakat Indonesia.
“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Sekolah Bisnis IPB University dalam memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa, sekaligus bentuk nyata pengabdian kami kepada masyarakat Indonesia di mana pun berada, termasuk di Korea Selatan,” katanya.
Seminar menghadirkan tiga mahasiswa program Doktor Manajemen dan Bisnis (DMB) 22 SB IPB University sebagai narasumber, yakni Fazri Zaelani, Tri Raharjo, dan Rudianto S Binantoro. Ketiganya merupakan praktisi di bidang investasi dan kewirausahaan.
Di sesi pertama, Fazri Zaelani, seorang profesional di bidang investasi, memberikan wawasan seputar berbagai instrumen investasi yang dapat diakses dengan modal terjangkau namun tetap menjanjikan pertumbuhan yang signifikan.
Berlanjut ke sesi kedua, Tri Raharjo, Founder Infobrand.id, mengupas tuntas peluang bisnis waralaba. Ia menjelaskan, “Model bisnis waralaba menawarkan keunggulan berupa brand yang telah dikenal, sistem operasional yang teruji, serta risiko yang relatif lebih rendah.” Tri juga menekankan pentingnya strategi branding yang kuat untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Rudianto S Binantoro, pemilik Arfa Barbershop UGM, berbagi kisah perjalanannya membangun bisnis dari nol, lengkap dengan strategi pemilihan lokasi, manajemen operasional yang efisien, hingga tips pemasaran yang efektif.
Dalam acara ini, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul, Zelda Wulan Kartika, menyampaikan bahwa PMI memiliki potensi besar untuk berinvestasi dan memulai usaha. “Saya mengajak para PMI untuk menjadi agen perubahan dengan menciptakan sentra usaha mandiri di daerah masing-masing setelah kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Seminar ini diharapkan menjadi awal yang nyata bagi PMI untuk mulai berinvestasi dan berwirausaha secara mandiri setelah kembali ke tanah air. Dengan ilmu dan inspirasi yang diperoleh, diharapkan akan lahir lebih banyak pengusaha sukses dari kalangan PMI. (*/Rz)
