Agrianita Day 2025: Produktif Berkarya, Sehat Bersama, Lestarikan Produk Lokal
Agrianita IPB University kembali menggelar berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka Agrianita Day 2025 dengan tema “Agrianita Produktif”. Pada hari pertama (20/5), Agrianita Day 2025 dihiasi rangkaian kegiatan menarik.
Mulai dari Pemeriksaan Kesehatan dan Konsultasi Gratis di Klinik IPB University; Lomba Masak Kreasi dessert dari bahan tepung singkong komposit, tepung talas dan alpukat; lomba mewarnai; serta bazar yang digelar di Lapangan Museum IPB University. Kegiatan ini digelar atas kerja sama dengan Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University.
Prof Arif Satria, Rektor IPB University dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh Agrianita diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar. Ia menekankan bahwa lomba masak yang diadakan Agrianita harus berbeda dengan lomba masak lainnya.
“Perbedaan ini diperlukan karena dari sisi substansi, harus ada diferensiasi. Diferensiasi ini mencakup aspek penilaian dan tujuan akhir yang lebih dari sekadar memasak biasa, sehingga membedakan lomba ini dari yang lain,” ucap Prof Arif.
Ketua Agrianita IPB University, Retna Widayawati menyatakan, kegiatan rutin ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi akbar sekaligus bentuk apresiasi terhadap karya-karya kreatif para ibu. Hasil karya tersebut dipamerkan dalam bazar, baik di bidang kuliner, kriya, maupun karya kreatif lainnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, “Hari ini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai screening kesehatan bagi setiap perempuan. Ini adalah fasilitas yang diberikan oleh Agrianita setiap tahunnya.”
“Sebanyak 90 persen pemeriksaan kesehatannya itu gratis, hanya sekitar 10 persen yang berbayar. Itu pun kami berikan diskon yang sangat signifikan. Karena itu, saya berharap seluruh perempuan IPB mau melakukan screening kesehatan di setiap acara Agrianita Day,” ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, lomba masak tahun ini kembali mengangkat kearifan lokal. Bahan baku yang digunakan kali ini adalah tepung singkong komposit, alpukat, dan tepung talas. Seluruhnya merupakan produk lokal yang kaya manfaat.
“Inisiatif ini juga bertujuan memberdayakan petani. Olahan hasil panen mereka menjadi kreasi kuliner tradisional dan modern yang menarik. Kita dapat meningkatkan permintaan dan pada akhirnya menyejahterakan para petani,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen, ia ingin membuktikan kepada civitas IPB University bahwa ibu-ibu Agrianita adalah pribadi-pribadi yang produktif. Yakni mereka yang selalu berpikir positif, penuh harapan dan berani mewujudkan mimpinya.
“Jadi, semangat produktif itulah yang ingin terus kami gaungkan dan tularkan sehingga semua warga perempuan IPB University adalah perempuan yang berdaya dan juga produktif,” pungkasnya. (AS)
