Lewat Kampus Desa, P2SDM IPB University Beri Solusi Masalah Sampah di Desa Galudra, Cianjur

Lewat Kampus Desa, P2SDM IPB University Beri Solusi Masalah Sampah di Desa Galudra, Cianjur

lewat-kampus-desa-p2sdm-ipb-university-beri-solusi-masalah-sampah-di-desa-galudra-cianjur-news
Berita

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB University melalui program Kampus Desa mengadakan pelatihan Pengelolaan Sampah Kreatif Berbasis Masyarakat di Desa Galudra, Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendiseminasikan ilmu dan teknologi yang dihasilkan IPB University untuk masyarakat melalui pengelolaan sampah dengan menghadirkan narasumber yang merupakan masyarakat binaan sekitar kampus IPB University. 

Kepala Desa Galudra, Sugandri menyampaikan bahwa gempa bumi Cianjur beberapa bulan silam masih menyisakan trauma mendalam pada warga masyarakat Desa Galudra. Meningkatnya volume sampah di Desa Galudra juga menjadi permasalahan tersendiri sehingga menambah stres warga setempat. 

“Oleh karena itu, melalui program Kampus Desa yang diadakan oleh P2SDM IPB University ini harapannya mampu menyelesaikan permasalahan sampah, menumbuhkan lapangan kerja melalui ekonomi kreatif berbasis komunitas dengan memberdayakan para ibu-ibu rumah tangga,” paparnya saat kegiatan di Aula Yayasan Mahfuzul Hayatiah.

Kepala P2SDM IPB University, Dr Amiruddin Saleh menyampaikan, pemberdayaan sudah menjadi kewajiban IPB University sebagai institusi pendidikan tinggi yang memegang tanggung jawab moral maupun sosial dalam mentransfer ilmu pengetahuan, inovasi dan teknologi kepada masyarakat. Melalui program Kampus Desa ini, P2SDM IPB University siap mendampingi warga masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah secara kreatif berbasis masyarakat, khususnya bagi komunitas ibu-ibu rumah tangga. 

"Kaum perempuan menjadi pelopor perubahan untuk program ini, karena memiliki kemampuan dalam menyebarluaskan informasi dan inovasi kepada warga masyarakat lainnya. Selain itu, ibu-ibu juga menjadi upaya pembangunan berbasis kesetaraan gender,” ucap Dr Amir. 

Ia menambahkan, Kampus Desa ini sebagai respon IPB University dalam berkontribusi terhadap penyelesaian masalah yang ada di masyarakat, salah satunya masalah sampah di Desa Galudra ini. “Makanya, ibu-ibu ini diundang untuk nantinya bisa menyebarkan informasi ini secara luas ke masyarakat, sekaligus sebagai program yang responsif gender,” jelas Amir.

Dalam kesempatan itu, Dr Yannefri Bakhtiar selaku pembina program Kampus Desa menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan juga merupakan cerminan individu maupun wilayah tempat tinggal. “Oleh karena itu, saatnya warga Desa Galudra saling bahu-membahu mewujudkan desa wisata berbasis ekonomi kreatif yang mandiri sampah,” tuturnya. 

Mukhlis dan Sukatma merupakan pelaku dalam pengelolaan sampah, baik organik maupun non norganik. Berbagai produk hasil pengolahan sampah telah dihasilkannya. Keduanya sepakat bahwa sampah rumah tangga, organik maupun nonorganik, tidak boleh dibuang semena-mena, namun harus diolah dengan bijak dan kreatif sehingga menghasilkan berbagai produk yang bernilai seni dan ekonomi. 

Mereka memperlihatkan contoh-contoh produk hasil olahan sampah, seperti ekoenzim sebagai pengganti sabun, sisa-sisa sampah organik untuk budi daya maggot, pupuk organik cair (POC). Keduanya juga menjadikan sampah nonorganik sebagai bahan baku pembuatan bantal ecobrick dan paving block. Bahkan, saat ini sedang dikembangkan produk berbahan dasar sampah untuk menanggulangi tempat-tempat yang rawan terjadinya gempa bumi. 

“Saat ini kami bersama para dosen IPB University sedang mengupayakan untuk membuat produk-produk yang nantinya dikhususkan untuk daerah-daerah yang rawan gempa bumi. Pastinya sampah yang menjadi bahan dasarnya,” jelas Mukhlis. (Rohman/Rz)