IPB University Launching Grup Riset Bioinvasi
IPB University melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) belum lama ini meluncurkan Research Group on Bioinvasion. Acara launching dilaksanakan di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.
Kepala PKSPL IPB University, Prof Yonvitner menyampaikan bahwa launching ini merupakan momentum dalam memperkuat riset tentang bioinvasi. Di dalam grup tersebut, terdapat penguatan jaringan dan kerja sama IPB University dengan berbagai perguruan tinggi di dunia yang memiliki komitmen dan semangat yang kuat untuk melakukan riset inovasi dan publikasi.
Menurut dia, bioinvasi menjadi penting dilakukan karena isu perubahan iklim tidak hanya berdampak ke perubahan parameter lingkungan, tetapi juga perubahan populasi, termasuk biota. Prof Yonvitner menyebut, banyak biota dari tempat lain datang ke tempat baru dan beradaptasi, sementara biota asli tempat baru tersebut menjadi hilang. Proses ini disebut sebagai invasif dan native, dan sering kali terjadi interaksi yang mengakibatkan munculnya spesies baru dan hilangnya spesies lama.
"Dalam rangka memperkuat adaptasi, sikap yang harus diambil adalah bagaimana seharusnya kita menjaga spesies baru yang masuk ke daerah kita dan spesies lama tidak punah, sehingga kita harus memperkuat data informasi kita. Itulah yang perlu kita lakukan, karena perubahan iklim ini sudah memengaruhi pergerakan biota yang sangat luas di seluruh dunia. Banyak biota di daerah tertentu kemudian sudah tersebar ke daerah lain, karena mereka mengikuti pola iklim, suhu yang semakin panas," ungkap Prof Yonvitner.
Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi. Ia menyatakan, pembentukan grup riset bioinvasi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa Indonesia kaya akan biodiversitas. Namun di sisi lain, kondisi itu bisa terancam oleh masifnya masuknya spesies luar. Jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu keseimbangan alam dan berdampak negatif dalam jangka panjang.
“Oleh karena itu, diperlukan kajian bersama mengenai bioinvasi ini. Kami sangat mengapresiasi terbentuknya grup riset bioinvasi ini. Bergabungnya peneliti IPB University dengan jaringan kolaborasi peneliti internasional merupakan peluang untuk menjalin kerja sama riset yang lebih luas. Kita dukung grup riset seperti ini,” ucapnya. (dh/Rz)
