Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University Manfaatkan Limbah Pertanian Menjadi POC dan Kultur Organisme Lokal

Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University Manfaatkan Limbah Pertanian Menjadi POC dan Kultur Organisme Lokal

mahasiswa-kkn-t-inovasi-ipb-university-manfaatkan-limbah-pertanian-menjadi-poc-dan-kultur-organisme-lokal-news
Berita

Produk hasil pertanian tidak lepas dari penyortiran (grading) yang menyesuaikan permintaan pasar. Hasil dari grading menyebabkan limbah pertanian yang tidak termanfaatkan sehingga menumpuk begitu saja. Hal ini juga terjadi di Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University melakukan penyuluhan dan praktik lapang untuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair (POC) dan kultur organisme lokal untuk memacu munculnya mikroba menggunakan bahan dan alat sederhana. Penyuluhan berlangsung di Posyandu Mawar, RW 20 Desa Pangalengan, dihadiri oleh petani dan tokoh masyarakat atas rekomendasi Tatang, Ketua RW setempat. 

“Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat merupakan salah satu desa dengan bentang lahan pertanian yang luas. Begitu kesan pertama kami saat tiba di Pangalengan. Dengan luas lahan pertanian yang membentang, pertanian merupakan salah satu mata pencaharian yang cukup banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Pangalengan,” ungkap Sidiq Grahita Fathurahman, salah satu mahasiswa peserta KKN-T Inovasi.

Pertanian yang dilakukan oleh masyarakat selama ini adalah pertanian yang menggunakan bahan kimia seperti pestisida. Karena itu, saat memberikan penyuluhan terkait pertanian organik dengan memanfaatkan limbah pertanian, masyarakat sekitar sangat antusias.

“Apakah tanaman yang terkena penyakit aman dikubur di dalam tanah untuk dijadikan pupuk alami sebelum melakukan penanaman ulang?” tanya salah seorang petani yang juga merupakan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di lingkungan tersebut. 

“Aman, karena setelah dikubur, tanah tersebut akan disiram menggunakan cairan dari kultur organisme lokal yang berperan sebagai mikroba untuk melawan penyakit dari tanaman secara alami,” jawab Sidiq Grahita, mahasiswa IPB University dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat saat memberi penyuluhan.

Tatang yang juga Ketua Kelompok Tani mengajak masyarakat untuk turut serta dan berperan aktif dalam penyuluhan. Ia berharap agar kegiatan ini dapat diterapkan di lahan pertanian masing-masing. (*/Rz)