Tingkatkan Kesadaran Zilenial Muda untuk Cegah Anemia, Sekolah Vokasi IPB University Edukasi Konsumsi Pangan Kaya Zat Besi

Tingkatkan Kesadaran Zilenial Muda untuk Cegah Anemia, Sekolah Vokasi IPB University Edukasi Konsumsi Pangan Kaya Zat Besi

tingkatkan-kesadaran-zilenial-muda-untuk-cegah-anemia-sekolah-vokasi-ipb-university-edukasi-konsumsi-pangan-kaya-zat-besi-news
Berita

Program Studi (Prodi) Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi (MIJMG) Sekolah Vokasi (SV) IPB University memberikan edukasi konsumsi pangan kaya zat besi (Fe). Melalui kegiatan webinar gizi, edukasi dilakukan guna meningkatkan kesadaran zilenial muda untuk mencegah anemia.

Ketua Prodi MIJMG SV IPB University, Dr Rina Martini menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah implementasi langsung materi kuliah oleh mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat. Webinar menghadirkan Prof Dodik Briawan, MCN dan Anugrah Novianti, SGz, MGizi serta dipandu oleh Rosyda Dianah, SKM, MKM sebagai moderator.

“Anemia masih menjadi salah satu masalah gizi pada remaja. Spektrum dampak anemia sangat luas, mulai dari sederhana (tampilan), sedang (produktivitas) dan serius (stunting),” ujar Prof Dodik Briawan saat menjadi narasumber webinar.

Dosen IPB University itu mengatakan, anemia bisa disebabkan oleh banyak faktor antara lain kualitas pangan, pendarahan atau infeksi dan genetik. “Kualitas pangan remaja sekarang biasanya tinggi karbohidrat dan lemak tapi rendah zat gizi lainnya sehingga prinsip gizi seimbang tidak terpenuhi,” terangnya.

Menurut Anugrah Novianti, SGz, MGizi, beberapa gejala anemia pada remaja di antaranya pertama, mudah lelah, lemas, serta kurang aktif seperti remaja seusianya. Kedua, warna kulit lebih pucat dari biasanya terutama pada bibir, bagian dalam kelopak mata bawah dan kuku.

“Selain itu, gejala lainnya ialah nafsu makan menurun dan sulit berkonsentrasi saat belajar sehingga prestasinya menurun. Stamina dan daya tahan tubuh melemah sehingga mudah sakit. Pada keadaan anemia berat, dapat terjadi kegagalan jantung yang membahayakan jiwa,” jelasnya.

Ia menyampaikan beberapa contoh inovasi hidangan tinggi zat besi yang dapat memenuhi selera makan remaja, yaitu gyoza ati ayam, burger ati sapi dan burrito katsu ikan bandeng. Hidangan-hidangan tersebut merupakan bentuk modifikasi dari hidangan yang disukai oleh remaja saat ini.

“Harapannya, webinar ini dapat memberikan kesadaran bagi remaja mengenai pencegahan anemia dengan pangan kaya zat besi. Selain itu, para peserta kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan dampak anemia, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek sehingga diharapkan dapat menurunkan prevalensi anemia pada zilenial muda,” kata Rosyda Dianah, SKM, MKM. (*/Rz)