Sambut Dosen dan Mahasiswa dari University of British Columbia, Departemen ESL IPB University Kenalkan Tempat Pengolahan Sampah di Desa Binaannya

Sambut Dosen dan Mahasiswa dari University of British Columbia, Departemen ESL IPB University Kenalkan Tempat Pengolahan Sampah di Desa Binaannya

sambut-dosen-dan-mahasiswa-dari-university-of-british-columbia-departemen-esl-ipb-university-kenalkan-tempat-pengolahan-sampah-di-desa-binaannya-news
Berita

Sejumlah dosen dan mahasiswa University of British Columbia (UBC), Kanada berkunjung ke tempat pengolahan sampah di desa binaan Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) yang berlokasi di Desa Wisata Cibanteng, Ciampea, Bogor.

Mr Chris Bennett, dosen UBC menyampaikan pandangannya terkait salah satu produk olahan sampah plastik di desa wisata ini, yakni ecobrick. "Produk ecobrick yang menggunakan sampah plastik kemasan bukan tidak bisa dijual lagi di pengepul, melainkan sampah plastik kemasan ini memiliki nilai baru," katanya. 

Para mahasiswa UBC pun sangat antusias, terlihat dari berbagai pertanyaan dan rasa penasaran mereka terhadap aktivitas wisata di Desa Cibanteng. Mereka meninjau langsung ke lokasi tempat donasi sampah dan melihat hasil produk kerajinannya. 

Dosen ESL IPB University yang terlibat antara lain Dr Meti Ekayani dan Ir Nindyantoro, MSP. Dr Meti yang juga koordinator kegiatan pengabdian menjelaskan awal mula dibentuknya wisata di Desa Cibanteng. Ia menyebut, pembentukan wisata di desa ini, tak lepas dari support Departemen ESL IPB University dengan pendampingan secara intens. 

“Namun demikian, hal itu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari pihak desa setempat,” tuturnya belum lama ini.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Mukhlis menjelaskan teknis pengolahan sampah plastik di Desa Cibanteng. “Terdapat dua fokus pengolahan sampah plastik, yaitu pembuatan produk kerajinan dan produk material bangunan. Alurnya yaitu untuk produk kerajinan, sampah plastik yang telah dikumpulkan digunting kecil-kecil (ecobrick) lalu digunakan untuk isian bantal,” ungkap Mukhlis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk alur produk material bangunan, sampah plastik masuk melalui mesin pencacah lalu dilelehkan di mesin molding kemudian dipres menjadi produk sesuai bentuk seperti paving block. 

“Untuk proses pembakarannya sudah ditampung menggunakan mesin kondensasi, jadinya sudah ramah lingkungan,” tambahnya.

Mukhlis mengungkap, pemasaran paving block sudah dijual ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PLN Muara Tawar. Sementara untuk bantal ecobrick, ia mengaku sudah terjual lebih dari 100 piece, baik melalui online shop maupun offline dari berbagai instansi.

Selain itu, para peserta juga diberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik bersama Sukatma. Sampah organik yang diterima dari rumah tangga diolah menggunakan maggot. Maggot tersebut ada yang dipanggang untuk dijual dan ada yang digunakan untuk pakan ikan. 

“Terdapat juga sampah organik yang diolah menjadi pupuk organik cair. Sementara sampah buah-buahan digunakan untuk membuat sabun,” imbuhnya.

Pelatihan menjahit juga diajarkan kepada para peserta oleh Ayu, salah seorang warga Kebon Kopi dengan berbahan dasar produk yang berasal dari limbah anorganik sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat.

Warga Kebon Kopi lainnya yang turut membangun desa binaan bersama Departemen ESL IPB University ialah Andi, pemilik Rumah Kopi Sanggabuana. Andi menyampaikan, ada lima paket wisata di Desa Cibanteng, yaitu wisata anorganik, wisata organik, wisata kebun anggur, wisata urban farming dan wisata edukasi kopi.

"Atas nama pemerintah Desa Cibanteng, saya mengucapkan terimakasih dan bangga atas kedatangan mahasiswa dari Kanada," ujar Kepala Desa Cibanteng, Warso, SSos, MM memberikan tanggapan atas kunjungan mahasiswa dan dosen UBC ke desanya itu. 

Kunjungan ini merupakan rangkaian dari program Summer Course yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Ekonomi (IE) FEM IPB University bekerjasama dengan UBC sepanjang bulan Mei 2023. (aiz/Rz)