Bangkitkan Semangat Anggota, Mahasiswa IPB University Sharing dengan Teknik Coaching

Bangkitkan Semangat Anggota, Mahasiswa IPB University Sharing dengan Teknik Coaching

bangkitkan-semangat-anggota-mahasiswa-ipb-university-sharing-dengan-teknik-coaching-news
Berita

Organisasi atau himpunan bagi mahasiswa kerap kali mengalami berbagai permasalahan. Anggota himpunan kadang menjadi pasif, kurang komunikatif dan bingung mengatur waktu diri. Dampaknya anggota himpunan kurang kreatif dan produktif.

Pondok Inspirasi (Pondasi), Ruber Academy dan Pemimpin Indonesia bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HMIT) IPB University bekerjasama melakukan kegiatan Youth Coaching Movement untuk mengupgrade diri anggota-anggotanya. Ini merupakan kegiatan penguatan skill set anggota HMIT IPB University untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam organisasi dengan pendekatan coaching.

Upgrading kali ini menghadirkan para coach dari Pondasi yaitu Apriyani Supriatna, Welas Sri Mulyati, Risky Sherly Putri dan Abdul Haris Zulkarnain dengan mengusung tema ‘Become an Impactful Young Leaders’. Kegiatan ini diikuti oleh anggota HMIT IPB sebanyak 54 orang.

Kegiatan berlangsung dengan beberapa sesi untuk memupuk rasa menguatkan sumber daya dan potensi diri yang dimiliki masing-masing anggota. Pendekatan melalui coaching ini dilakukan dengan beberapa sesi di antaranya yaitu mengidentifikasi permasalahan, mengenali potensi diri, kekuatan diri dan terakhir action plan. Peserta HMIT IPB University mengikuti dengan antusias dan have fun melalui permainan kartu coaching.

“Kegiatan coaching yang dilakukan bersama coach Pondasi pada sesi upgrading sangat berguna untuk kami dalam menjalankan roda organisasi ke depan, karena kita diajarkan untuk menggali permasalahan dan menemukan solusi dengan melihat potensi dan kekuatan diri dari sumber daya yang dimiliki masing-masing anggota,” tutur Septian, salah satu anggota HMIT IPB University.

Oleh karena itu, lanjut dia, dalam setiap himpunan mahasiswa penting untuk anggota dan leader saling memahami mimpi, potensi dan kekuatan masing-masing untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dengan begitu, akan terbentuk himpunan yang dinamis dan proaktif di lingkungannya.

“Terakhir coaching ini juga diharapkan oleh anggota HMIT IPB University agar rasa saling memiliki dan menghargai timbul ke seluruh anggota himpunan,” harap Septian. (*/Rz)