Ketua Senat FEM IPB University, Dr Bayu Krisnamurti, Beri Kuliah Umum di Australia

Ketua Senat FEM IPB University, Dr Bayu Krisnamurti, Beri Kuliah Umum di Australia

ketua-senat-fem-ipb-university-dr-bayu-krisnamurti-beri-kuliah-umum-di-australia-news
Berita

“Mahasiswa hari ini pemimpin masa depan” bukanlah sekedar slogan, tapi merupakan hal yang serius untuk dipersiapkan. Data menunjukkan Indonesia akan menjadi kekuatan kelima dunia pada tahun 2045 dan mereka yang saat ini menjadi mahasiswa akan memimpin Indonesia Emas pada tahun 2045.

Hal tersebut terungkap dari kuliah umum yang disampaikan Ketua Senat Akademik Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr Bayu Krisnamurti di hadapan mahasiswa Indonesia di Australian National University (ANU), (6/3). Acara yang berlangsung di Marie Reay TC Lt. 6 kampus ANU ini merupakan rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA)-ANU.

Kuliah umum yang mengangkat tema “Youth Contribution to Indonesia 2045 vision” dihadiri oleh sekira 180 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa S1, S2 dan S3. Dalam kesempatan tersebut, Dr Bayu Krisnamurti yang juga Wakil Menteri Perdagangan RI tahun 2011-2014 ini menguraikan jika pada tahun 2045 penduduk Indonesia berjumlah 320 juta. Pendapatan perkapitanya USD 20.000 per tahun dan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia diperkirakan termasuk dalam 5 besar dunia.

“Indonesia berdaulat, maju, adil dan makmur tahun 2045 harus ditopang ilmu pengetahuan, teknologi, riset, inovasi dan kreativitas. Kalian mendapatkan kesempatan yang sangat mahal bisa kuliah di tempat bergengsi seperti ini. Namun yang terpenting nantinya kalian bisa membawa apa yang didapat di sini untuk memajukan Indonesia. Pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, bukan sekedar `pokoknya`, harus mampu kalian lakukan, kalian harus siap pimpin masa depan,” jelas Dr Bayu.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Prof Mukhamad Najib menyampaikan jika tahun ini terjadi kenaikan jumlah mahasiswa Indonesia di Australia. Namun jumlah mahasiswa Indonesia masih jauh di bawah China dan India, bahkan jauh di bawah Nepal.

“Tahun ini mahasiswa Indonesia di Australia sebanyak 20.350 orang, sementara China dan India masing-masing di atas 100 ribu. Mahasiswa Nepal di Australia jauh lebih tinggi dari Indonesia, yaitu sebanyak 71 ribu. Semoga kalian bisa menjadi daya tarik dan membantu mahasiswa Indonesia untuk lebih banyak lagi mendapat kesempatan belajar di sini,” ungkap Dosen Departemen Manajemen IPB University ini.

Ia berharap mahasiswa Indonesia bisa ikut mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Australia, membangun hubungan dan mendekatkan Indonesia dan Australia. “Saat ini ada 10 Public School dan 7 Private School di Canberra yang mengajarkan Bahasa Indonesia. Saya berharap mahasiswa bisa membantu menjadi relawan untuk menggencarkan lagi promosi Indonesia di sekolah-sekolah agar minat siswa belajar bahasa Indonesia semakin meningkat,” tutupnya.

Sementara itu, menurut Presiden ANU Indonesian Student Association (ANUISA), Hasyyati Yusrina, acara ini bertujuan membantu mahasiswa baru untuk bisa mengenal dan beradaptasi dengan kampus lebih cepat. Hasy juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ANUISA.

“Menjadi anggota ANUISA banyak manfaatnya. Kita bisa saling membantu jika ada kesulitan, kita juga bisa mengembangkan jaringan dengan mahasiswa internasional. Dan yang tak kalah penting juga dengan kartu anggota ANUISA, mahasiswa bisa mendapatkan diskon jika belanja atau makan di beberapa toko dan rumah makan,” tutup Presiden ANUISA. (*/Zul)