Dua Dosen SKPM FEMA IPB University Berikan Kuliah Umum di University of Reading, Inggris

Dua Dosen SKPM FEMA IPB University Berikan Kuliah Umum di University of Reading, Inggris

dua-dosen-skpm-fema-ipb-university-berikan-kuliah-umum-di-university-of-reading-inggris-news
Berita

Dr Alfian Helmi dan Hana Indriana, SP, MSi, keduanya dosen dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Fakultas Ekologi Manusia (Fema), IPB University memberikan kuliah tamu pada kegiatan International Development Seminar Series di University of Reading, Inggris, (13/3).

Dalam pemaparannya, Dr Helmi memaparkan perlunya revitalisasi pendekatan konservasi laut berbasis masyarakat (adat). Langkah revitalisasi juga perlu memadukan pengetahuan lokal dengan bukti ilmiah yang kuat dan dukungan regulasi yang memadai.

“Hal ini dikarenakan masyarakat adat telah terbukti berhasil menjaga laut dari generasi ke generasi. Namun, karena tidak didukung dengan scientific evidence yang memadai, seringkali membuat praktik-praktik konservasi adat (lokal) ini tidak direkognisi oleh negara,” paparnya.

Ia menambahkan, praktik-praktik konservasi yang dilakukan masyarakat lokal memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah tingginya rasa memiliki masyarakat terhadap sumber daya alamnya.

“Riset kami di Raja Ampat menemukan bahwa pengelolaan berbasis lokal bisa mendorong masyarakat untuk tetap menjaga sumber daya alamnya dari kerusakan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten Direktur Kajian Strategis IPB University ini.

Namun demikian, lanjutnya, pendekatan konservasi laut berbasis masyarakat (adat) ini juga memiliki keterbatasan, salah satunya karena bersifat sangat lokal, “sehingga seringkali tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah krisis global yang semakin kompleks”, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hana Indriana, SP, MSi memaparkan topik pengembangan kelembagaan pertanian organik di Tasikmalaya, Indonesia. Ia menerangkan perbedaan tipologi compliance dan conformity dari tiga kelompok tani yang ada di Tasikmalaya.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat compliance dan conformity para kelompok tani organik di Tasikmalaya, di antaranya motivasi, minat dan adanya pilihan-pilihan rasional. “Keberadaan regulasi menjadi salah satu faktor penting yang mendorong motivasi kelompok tani organik untuk menerapkan prinsip-prinsip pertanian organik,” sebut dia.

Kegiatan seminar yang diadakan di Ruang Frank Parkinson, School of Agriculture, Policy and Development ini kemudian ditutup dengan foto bersama dengan peserta seminar yang hadir dan dilanjutkan dengan diskusi kerjasama pendidikan dan riset antara IPB University dan University of Reading. Ikut serta dalam rombongan ini tim IPB University di antaranya Prof Titi Candra Sunarti (Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana), Prof Lina Karlinasari (Sekretaris Program Studi Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana), Dr Dase Hunaefi (Asisten Direktur Kerjasama dan Hubungan Internasional IPB). (*/Rz)