Bertolak ke Kenya, Prof Indra Jaya Hadiri Sejumlah Meeting Working Group
Prof Indra Jaya selaku Ketua Working Group Catch Documentation Scheme Indian Ocean Tuna Commision (IOTC) hadiri the 8th Meeting of The Catch Documentation Scheme (CDS) Working Group di Safari Park Hotel & Casino, Nairobi beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengulas dan mendiskusikan dokumen IOTC CDS Strategy dalam rangka menangani kegiatan penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (IUU Fishing).
Selain itu, tujuan lainnya adalah dalam rangka meningkatkan ketersediaan informasi baik untuk ilmu pengetahuan maupun pengelolaan perikanan. Secara spesifik, pertemuan kali ini mengharapkan CDS yang efektif tersedia untuk spesies IOTC dan spesies lain yang relevan.
“Sebenarnya sudah ada skema perdagangan tuna untuk wilayah Samudera Hindia, akan tetapi disusun secara lebih baik melalui penyusunan dokumen CDS Strategy,” ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.
Pada tahun 2016, lanjutnya, tinjauan kinerja kedua IOTC telah dilaksanakan dan merekomendasikan IOTC untuk terus mengembangkan sistem monitoring, control and surveillance (MCS) yang komprehensif berupa Catch Documentation Scheme yang memungkinkan, dengan memperhatikan proses yang dilakukan di Food and Agriculture Organization (FAO).
Ia menambahkan, pada penyusunan dokumen ini, diusulkan sejumlah aktivitas berkaitan dengan Catch Documentation Scheme yang terbagi dari fase 0 hingga fase 2. Meliputi design, development, operation, monitoring and evaluation; fishery-based industrial documentation for three tropical tuna species and swordfish; trade-based artisanal CDS for three tropical tuna species and swordfish; port State & processing state documentation; expand number of species; and other regional fisheries management organizations include.
Selain itu, Prof Indra juga menghadiri 6th Meeting of the Vessel Monitoring System Working Group (VMS-WG) yang membahas pengusulan revisi untuk Resolusi 15/03 terkait Vessel Monitoring System.
“Pembentukan working group ini diharapkan mampu memberikan informasi yang akurat dan terpercaya tentang lokasi dan aktivitas kapal penangkapan ikan, VMS yang aman, berbasis web, real-time dan mudah digunakan,” jelas Prof Indra.
Menurutnya, VMS-WG dibentuk sebagai kelompok kerja IOTC di bawah Komite Kepatuhan yang selanjutnya diharapkan akan memperkuat mekanisme (MCS) dari komisi.
Prof Indra berharap semua pihak yang terlibat mampu membangun kerjasama, kolaborasi dan komunikasi yang erat dan hangat dalam mengatasi masalah perikanan tuna regional dan global. (RAT/Zul)
