Mahasiswa IPB University Ikuti Sekolah Pra Nikah 2019
Lembaga Dakwah Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) dan Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) berkolaborasi dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, dan Departemen Ekonomi Syariah sukses mengadakan Sekolah Pra Nikah (SPN) 2019 IPB University, Agustus lalu di Ruang Kuliah Ekonomi Syariah, Kampus Dramaga, Bogor.
“Kami melihat berbagai fenomena mengkhawatirkan dalam kasus-kasus perceraian. Dimulai dari pertengkaran, ketidakharmonisan hubungan rumah tangga, broken home, hingga rusaknya pendidikan anak karena kehancuran rumah tangga ini kian memprihatinkan. Ketidaksiapan menghadapi bahtera rumah tangga memicu gejolak dalam keluarga. Sekolah Pra Nikah hadir memberikan edukasi persiapan pernikahan dari aspek psikologi, ilmu keluarga dan syariat islamHarapannya kegiatan ini sebagai tahapan untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan berkeluarga,” papar Rayhan selaku Ketua Pelaksana SPN 2019.
Program Sekolah Pra Nikah IPB University mengusung tema “Berkeluarga Membangun Bangsa: Mempersiapkan Pernikahan dengan Ilmu Sains dan Islam”. Keluarga yang berkualitas lahir dari mereka yang telah merencanakan pondasi rumah tangganya dengan baik. Semua direncanakan, dipenuhi ilmunya agar keluarganya menjadi keluarga pembangun negara hebat. Rayhan juga menambahkan bahwa kegiatan SPN ini diikuti 40 peserta dan intensif diadakan setiap minggunya selama lima kali pertemuan.
Kegiatan yang diadakan ini menghadirkan Dr Tin Herawati, dosen sekaligus Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB University. Pemateri lainnya ialah dosen sekaligus Ketua Departemen Ekonomi Syariah IPB University, Dr Asep Nurhalim. Kedua pemateri tersebut berkolaborasi mengupas tuntas tentang keluarga dan kesiapan menikah dari segi ilmiah dan agama. Materi yang disampaikan beragam dan sistematik dari mempersiapkan pernikahan, pra menikah, hingga menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga.
“Ilmu-ilmu kesiapan diri menghadapi bahtera keluarga ini sangat penting. Usaha bersama untuk menghindari keretakan-keretakan dalam keluarga yang berimbas pada banyak aspek, karakter dan moral anak misalnya. Melalui kegiatan ini kita mengharapkan para peserta memiliki bekal dan pemahaman tentang arti menikah yang sebenarnya. Bukan hanya sekadar menikah. Tapi juga memiliki solusi bagaimana dalam menghadapi berbagai gelombang permasalahan dalam sebuah pernikahan,” ujar Dr Tin Herawati selaku penggagas Sekolah Pra Nikah IPB University.
Dr Tin juga menambahkan bahwa keluarga yang hebat itu ialah keluarga yang mampu memberikan perubahan yang lebih baik bagi tiap pribadi dalam keluarga tersebut. Keluarga harmonis adalah keluarga yang bisa menyelesaikan masalah-masalah keluarga dengan baik dan ada komunikasi yang intensif, berkualitas, terbuka, jujur dan saling menjaga perasaan. “Satu akar permasalahan dalam keluarga adalah pola komunikasi yang tidak baik, maka hal itu harus dihindari oleh tiap anggota dalam membangun keluarga yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Dr Asep Nurhalim menjelaskan tentang pernikahan dan kita-kiat menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Pendidikan pra nikah ini sangat penting, terutama pemahaman agama dalam menghadapi bahtera rumah tangga. “Pendidikan pra nikah dapat memberikan manfaat bagi para peserta. Peserta diajarkan tidak hanya kesiapan menikah dan kehidupan rumah tangga, namun aspek menyeluruh hingga keharmonisan keluarga tetap terjaga utuh. Angka perceraian pun diharapkan dapat diminimalisir dengan adanya pendidikan pranikah tersebut,” papar Dr Asep Nurhalim.
Untuk itu, Rayhan berharap kegiatan Sekolah Pra Nikah ini tidak hanya berhenti di tahap ini, ke depannya akan rutin diadakan setiap tiga atau enam bulan sekali. “Semoga kegiatan ini mampu menjaring banyak peserta untuk berpartisipasi aktif. Harapan ke depannya dengan mengikuti pendidikan pra nikah, peserta dapat menumbuhkan kesadaran akan berbagai masalah potensial yang dapat terjadi dalam keluarga, disertai dengan upaya efektif mencegah atau mengatasi masalah-masalah tersebut hingga pada akhirnya tercipta suatu keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah,” ujarnya. (Husna/Zul)
