Dosen Tamu Lithuania: Data Semua Spesies dalam Red List untuk Lestarikan Biodiversitas
Biodiversitas merupakan variasi spesies dalam suatu habitat. Warga negara Indonesia mesti berbangga karena Indonesia kaya biodiversitas atau keanekaragaman hayatinya. Sayangnya, isu eksploitasi sumber daya alam yang tak terkendali mengancam kerusakan bahkan kepunahan.
Demikian ungkap Dr Zydrunas Preiksa, dosen Vytautas Magnus University, Lithuania saat memberikan Kuliah Umum di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Selasa (24/9) di Ruang Baca Biologi.
Ribuan tahun lalu, bumi tak dihuni oleh manusia. Landscape bumi masih penuh dengan hutan. Semenjak manusia hadir, landscape hutan perlahan berkurang, berganti dengan pemukiman juga pertanian sebagai kegiatan manusia untuk bertahan hidup. Dr Zyrudnas memberi contoh Shanghai pada tahun 1990 yang masih memiliki hutan terbuka di kota, perlahan mulai tersisihkan oleh bangunan baru di tahun 2010.
“Biodiversitas dapat dimaknai dalam banyak hal. Secara ekologi, biodiversitas memungkinkan makhluk hidup di dalamnya untuk bertahan hidup. Bisa juga dimaknai secara ekonomi, estetik, dan rekreasi. Beragam pemaknaan tersebut tentunya menimbulkan konsekuensi. Contoh, ketika manusia berburu burung yang dilindungi hanya untuk rekreasi atau estetika. Juga kebiasaan menggunakan sumpit sekali pakai dari kayu. Hal ini tentunya berdampak pada ekosistem hutan,” kata Dr Zydrunas.
Menurut pernyataan dari Wild World Fund (WWF) pada tahun 2020 diperkirakan 5-10 persen spesies di bumi akan mengalami kepunahan.
Dr Zydrunas mengatakan bahwa tidak ada makhluk lain selain manusia yang memiliki intelegensi tinggi sehingga dapat menciptakan teknologi. Berkat intelegensi ini pula manusia cenderung mengeksploitasi sumber daya alam. “Singa tidak akan memakan semua antelope, karena jika dia melakukan itu, besok singa yang akan mati. Tapi manusia cenderung mengeksploitasi semuanya,” tambahnya.
Dalam kuliahnya, Dr Zydrudnas mengatakan bahwa tak masalah jika satu spesies makhluk hidup yang punah. Makhluk hidup memiliki ketahanan hidup yang luar biasa. Jika satu sumber makanan hilang, maka akan mencari yang lain. Yang jadi masalah adalah ketika ada puluhan bahkan ratusan spesies yang perlahan punah, hal inilah yang akan mengganggu kestabilan ekosistem. Solusi yang dapat dilakukan dalam menjaga keberlangsungan suatu spesies adalah mendata status semua spesies dalam Red List, persetujuan antar negara dalam menjaga keanekaragaman pun penting dilakukan.
Menurut Dr Zydrunas di negara-negara Eropa dikenal Natura2020. Program ini merupakan hasil dari komitmen Europe United dalam melindungi spesies langka dan terancam punah. Natura2020 melindungi burung-burung langka, hewan lainnya, tumbuhan, dan spesies makhluk hidup lain. Dr Zydrunas mengatakan bahwa negaranya, Lithuania telah berhasil membuat area terlindung sebesar 16,7 persen.
Di penghujung acara, Dr. Zydrunas bertanya, “Mana yang lebih penting, melestarikan kolosium yang berusia 2000 tahun atau pohon oak berusia 500 tahun? Dua-duanya penting. Bedanya jika kita merobohkan kolosium dan mengumpulkan dana untuk membangunnya kembali, prosesnya tidak perlu sampai 2000 tahun. Namun jika kita memotong Oak dan mengumpulkan dana dari seluruh dunia, kita tetap harus menunggu 500 tahun untuk mendapatkannya kembali.” (ASK/ris)
