Ini Kata Aktivis Penyelam IPB tentang Teluk Semangka

Ini Kata Aktivis Penyelam IPB tentang Teluk Semangka

ini-kata-aktivis-penyelam-ipb-tentang-teluk-semangka-news
Berita

Perairan di Teluk Semangka seperti Pulau Balak, Pabrik Batu dan Batu Mandi di Lampung memiliki potensi wisata bawah laut. Hal ini disampaikan oleh Virgian Satriana, Ketua Fisheries Diving Club (FDC) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengikuti Jambore Selam Nasional X yang digelar oleh Klub Diving Anemon Universitas Lampung (Unila) di Lampung (8-14/4). Mahasiswa IPB yang menjadi peserta jambore adalah mahasiswa yang tergabung dalam FDC, Himdive dan Marine Science and Technology Diving School (MSTDS) IPB.

Dalam jambore yang diikuti lebih dari 100 peserta ini, mahasiswa rata-rata menyelam hingga kedalaman 10-15 meter untuk melihat panorama terumbu karang di Desa Pagar Jaya. Desa Pagar Jaya merupakan salah satu desa yang sedang dikembangkan untuk menjadi pioneer baru untuk pariwisata di wilayah pesisir Teluk Semangka, Provinsi Lampung. Secara umum, desa ini memiliki pantai yang menawan dan beberapa spot bebatuan pantai yang eksotis.

Penyelaman dilakukan di perairan Teluk Semangka yaitu Pulau Balak, Pabrik Batu, dan Batu Mandi. Walaupun tidak sejernih perairan laut yang berada di Indonesia Bagian Timur, pemandangan bawah perairan yang diselami menarik.

“Melalui penglihatan langsung, kondisi terumbu karang saat penyelaman masih bernilai estetik dan menjual untuk wisata diving yang menyuguhkan dominasi hamparan karang bentuk bunga (foliose). Adapun beberapa biota yang memiliki nilai estetik seperti Crown of Throne, Anemon, dan Ikan Badut juga ditemukan di lokasi penyelaman. Secara keseluruhan dari tiga lokasi penyelaman yang diselami, lokasi Batu Mandi merupakan spot yang paling menarik karena memiliki kontur wall (dinding),” ujarnya.

Selain melakukan pengamatan langsung, beberapa peserta juga melakukan kegiatan pengambilan data atau observasi ekosistem terumbu karang yang dipandu oleh Reef Check Indonesia dan transplantasi karang untuk merestorasi ekosistem terumbu karang di sekitar pantai Desa Pagar Jaya. Wakil IPB ikut berpartisipasi secara langsung dalam dua kegiatan tersebut.

“Metode Reef Check merupakan metode penilaian ekosistem terumbu karang modifikasi yang lebih sederhana dengan tujuan bisa dilakukan oleh semua kalangan,” ujar Ayub, selaku pemateri dari Reef Check Indonesia. 

Selain menyelam, peserta juga melakukan konvensi nasional tentang sampah, peresmian Kalangan Dive Center di Pulau Pahawang dan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pelukisan dinding sekolah, coastal clean up.(**/Zul)