IPB dan Astra Jalin Sinergi Bangun Desa Sejahtera
Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama PT Astra International sepakat melakukan kerjasama untuk membangun desa sejahtera. Kerjasama itu dituangkan dalam nota kesepahaman Momorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc, F. Trop, IPU bersama dengan Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Pongki Pamungkas pada Selasa (12/2) di Menara Astra, Jakarta.
Ruang lingkup nota kesepahaman tersebut meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, penelitian, seminar dan lokakarya, penyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Program ril pertama yang akan digarap bersama adalah desa sejahtera. Program ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui progam-program pemberdayaan dengan tujuan agar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, knowledge sharing dan bantuan modal kerja.
“Sebelumnya, hingga hari ini PT Astra sudah membina 363 desa di seluruh Indonesia dan dengan adanya kerjasama ini, kami menargetkan penambahan hingga 500 desa binaan. Harapan kami, IPB bisa turut berperan khususnya dalam bidang pertanian, melalui sharing knowledge dari para ahli yang dimiliki IPB,” ujar Jaka Fernando, Associate of Environment and Social Responsibility (ESR) Division, PT Astra.
Tidak hanya bagi desa binaan Astra yang akan menjadi target program kerjasama ini, namun PT. Astra juga siap ikut membantu mempercepat proses pengembangan desa yang sudah dibina oleh IPB sebelumnya. Serta tidak menutup kemungkinan juga akan memperluas jangkauan desa-desa lain yang belum terjamah oleh kedua belah pihak.
Rektor IPB, Dr. Arif Satria yang hadir dalam MoU ini mengungkapkan, kerjasama ini juga sejalan dengan visi baru IPB yaitu menjadi techno-socio entrepreneurial university. Sehingga IPB punya kewajiban tidak hanya menyiapkan orang cakap dan ahli dalam pertanian, namun juga menciptakan lulusan berjiwa techno-sociopreneur.
“Kita membutuhkan techno-sociopreneur hadir di desa. Dengan techno-preneur, diharapkan mereka bisa memfasilitasi teknologi dan inovasi IPB yang berbasis 4.0 untuk bisa diterapkan di masyarakat. Sementara dengan socio-preneur, ini membantu mengembangkan kewirausahaan dan aspek-aspek sosial lainnya. Sehingga teknologi itu bisa dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujar Rektor IPB.
Adanya kerjasama ini, menurut Rektor IPB merupakan gagasan yang luar biasa di era kolaborasi. Dr. Arif berharap dengan program desa sejahtera ini dapat mempercepat regenerasi petani muda yang sadar teknologi dan berjiwa sosial tinggi. Sehingga desa-desa yang ada di Indonesia ini bisa semakin maju dan sejahtera.(RZ/Zul)
