Dalami Sociopreneurship, Mahasiswa IPB Ajak Diskusi Sekretaris Direktur Grameen Bank

Dalami Sociopreneurship, Mahasiswa IPB Ajak Diskusi Sekretaris Direktur Grameen Bank

dalami-sociopreneurship-mahasiswa-ipb-ajak-diskusi-sekretaris-direktur-grameen-bank-news
Berita

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) awardee Beasiswa Aktivis Nusantara Dompet Dhuafa mendapatkan kesempatan spesial bertemu pakar manajemen dunia Mr.Sayyed Fahad Ahmad PhD, Sekretaris Direktur Yunus Social Business Center (YSBC) dari New Zealand pada Selasa (29/1) di  Kampus IPB Dramaga. Dalam coffee shop “Kopitalis”,  mahasiswa belajar manajemen YSBC yakni yayasan yang didirikan pria berkebangsaan Bangladesh yang meraih penghargaan Nobel tingkat dunia atas capaiannya dalam pengentasan isu kemiskinan melalui organisasi kredit mikro dinamai Grameen Bank.

“Keaktifan saya dalam lembaga sociopreneur seperti ini merupakan bentuk kepedulian saya terhadap masalah-masalah masyarakat kelas bawah di berbagai negara. Saat lulus sarjana dari USA dulu saya terkejut saat menghadapi masalah pertanian di daerah saya, Bangladesh” ujar Mr. Sayyed yang menuntaskan pendidikan sarjana bidang bisnis di Bridgeport University, USA.

Permasalahan yang dihadapi banyak negara, tambah Mr. Sayyed, dapat lebih sederhana ketika kita (pemerintah dan masyarakat) dapat menarik benang merah dan fokus pada inti permasalahan. Bangladesh misalnya, permasalahan pertanian pada dasarnya hanya berkutat pada soil management, rendahnya kualitas pupuk, nakalnya tengkulak serta rendahnya pelayanan publik.

“Kita hanya perlu fokus. Fasilitas bukanlah segalanya ketika kita memang memiliki tekad dan kemauan. Mulailah munculkan ide dengan memahami masalah, tentukan target dan tujuan yang ingin dicapai, susun solusi lalu buatlah tahapan rencana sekonkrit mungkin” ucapnya sambil menyeruput kopi hitam

Mr.Sayyed yang saat ini berstatus sebagai dosen di Lincoln University, New Zealand menekankan kepada mahasiswa IPB tentang pentingnya membangun kapasitas entrepreneurship sejak dini. Agar kelak setelah lulus kuliah tidak mengikuti trend yang salah yaitu job seeker dan bekerja pada lingkup yang sempit.

“Jadilah seorang entrepreneur, dengan lapangan kerja yang kita ciptakan, kita akan mampu memberdayakan lebih banyak SDM dan mendapatkan akses yang lebih luas serta peluang yang lebih besar untuk dapat mengembangkan masyarakat lokal. Indonesia negara yang sangat kaya,” ujarnya serius

Ia menambahkan, social bussiness entrepreneur harus memegang prinsip keuntungan yang didapat bukan untuk sepenuhnya dimiliki oleh individu, tapi dijadikan modal aset untuk terus mengembangkan ide dan perbaikan bagi kondisi di sekitar.

“Mahasiswa harus mampu membuat ide yang brilian, menarik dukungan massa untuk bergabung bersama ide-ide baik serta menjalin hubungan dengan orang lain seluas-luasnya. Ojek online juga sempat menjadi pertentangan di Indonesia, namun karena adanya dukungan massa yang merasakan manfaat itu jadinya tetap berkembang hingga sekarang. Ide seperti itulah yang perlu para mahasiswa ciptakan. Mahasiswa harus bisa inovatif dan kreatif” tutup Mr.Sayyed

Diskusi berjalan dengan lancar antara mahasiswa dan Mr. Sayyed meskipun dalam bahasa Inggris. Dalam diskusi malam itu turut hadir manager Bakti Nusa Regional Bogor yang juga merupakan dosen Agribisnis, Ach.Firman Wahyudi, SE, M.Si dan beberapa pengusaha kopi sekitar Bogor yang ingin berkonsultasi dengan Mr. Sayyed Ahmed secara langsung (FI/Zul)