Jadi Mahasiswa Produktif, Harumkan Nama IPB dalam Lomba Debat Nasional

Jadi Mahasiswa Produktif, Harumkan Nama IPB dalam Lomba Debat Nasional

jadi-mahasiswa-produktif-harumkan-nama-ipb-dalam-lomba-debat-nasional-news
Prestasi

Tiga mahasiswaProgram Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor  (IPB) kembali mengharumkan nama IPB di kancah nasional. Mengusung topik sosial dan politik ketiga  mahasiswa yaitu Muhammad Nurdiyansyah, Rizki Mujizat, dan Alief Restu Budiman. Mereka berhasil menyabet Juara 2 dalam Kompetisi Lomba Debat Nasional FISIPYouth Government di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah pada tanggal 27 – 29 November 2017.

“Sebenarnya materi dalam lomba debat yang kami ikuti ini cukup susah, karena bukan ranah yang biasa kami pelajari. Biasanya kami belajar tentang ekonomi. Kali ini harus paham betul tentang sosial dan politik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri saat persiapannya,” jelas Nurdiansyah atau yang akrab dipanggil Dadan.

Seperti lomba pada umumnya, tim debat ini mempersiapkan materi debat semaksimal mungkin. Meski lomba yang mereka ikuti dilaksanakan di tengah-tengah perkuliahan dan masing-masing anggota tim berada dalam kesibukan, nyatanya tim ini bisa memberi hasil yang luar biasa.

“Kami belajar otodidak untuk lomba ini, mulai dari baca referensi terkait ilmu sosial dan politik seperti membaca undang-undang atau regulasi, terkait tema debat, update isu terhangat, terus memperdalam materi setiap mosi di babak penyisihan, dan saling memberi semangat satu sama lain. Kami mendapatkan info tentang lomba debat ini dari website lomba.or.id. Kebetulan tidak ada seleksiessay sebelum lomba, jadi kami langsung belajar tentang materi debatnya,” lanjut Dadan.

Setiap perlombaan pasti ditemui beberapa kendala. Bagi Dadan dan kawannya, kendala yang mereka temui dalam perlombaan ini adalah ketika berada dalam posisi pro atau kontra yang berlawanan dengan cara pandang mereka sebagai seorang mahasiswa.

“Kalau untuk teknik debatnya tidak ada masalah, tapi ya sulitnya kalau kita berada di posisi yang harus melawan cara pandang rival debat. Jadi tantangan  tersendiri kalau posisi yang didebat memiliki cara pandang yang berkebalikan dengan kita. Tapi ya harus tetap semangat untuk berdebat,” sambung Dadan.

Dadan, Rizki, dan Alief selalu menanamkan jiwa semangat dan berani untuk mengikuti lomba.  “Sebagai mahasiswa, kita harus berani memulai dan melawan ketakutan diri. Banyak mahasiswa yang sibuk ini itu, tapi tidak produktif. Jadi, mulai sekarang harus bisa menjadi pribadi yang produktif  dengan cara berani mengikuti hal-hal baru seperti lomba,” tutup Dadan ddidampingi  timnya dengan memberi pesan penting untuk penyemangat diri. (NK/ris)