LPPM IPB Kembangkan Potensi Pangan Lokal di Kabupaten Madiun
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB) kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Madiun. LPPM melalui Program Stasiun Lapang Agrokreatif (SLAK) kembali melanjutkan program yang dimulai pada tahun 2015 lalu.
“Pogram SLAK dilaksanakan sejalan dengan misi IPB. Salah satu misi IPB yaitu melakukan layanan masyarakat yang mengedepankan inovasi IPTEKS dan berkarakter kewirausahaan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa dan kelestarian sumberdaya alam. Hal ini juga yang sedang dilakukan di daerah Kabupaten Madiun, Jawa Timur,” ujar Kepala LPPM IPB, Dr.Ir. Prastowo saat diwawancara belum lama ini.
Program SLAK merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui sumberdaya lokal. Kerangka besar kegiatan SLAK di Madiun yaitu pendampingan pengolahan pangan lokal di empat kecamatan yaitu Kecamatan Dolopo, Kecamatan Wungu, Kecamatan Dagangan, dan Kecamatan Pilang Kenceng.
Fasilitator disebar keempat kecamatan untuk mendampingi warga. Khusus di Kecamatan Dolopo, fasilitator bertugas membenahi kelembagaan Asosiasi Pengrajin Olahan Coklat Kawasan Agropolitan (Apokat). Sementara tiga desa lainnya fokus pada pengolahan pangan. Komoditas pangan yang diolah berupa pisang gepok, talas, gembili dan pangan lokal lainya.
Fasilitator SLAK yang bertugas di Madiun berjumlah enam orang dengan berbagai bidangnya masing-masing. Bidang keilmuan fasilitator adalah sarjana bidang peternakan, kedokteran hewan, agronomi dan hortikultura, serta komunikasi dan pengembangan masyarakat.
“Menangani kelembagaan tidak bisa instan, perlu waktu dan pendekatan yang masif ke masyarakat untuk membangun kepekaan sosial. Kerjasama yang baik dengan Dinas Ketahanan Pangan Madiun juga terus dilakukan. Saat ini kami sudah melakukan pemetaan sosial dan pelatihan pengolahan pangan local,” ujar Hening, salah satu fasilitator SLAK yang ditugaskan di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.
Program SLAK di Kabupaten Madiun tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini SLAK IPB bekerjasama dengan program IPB Goes to Field (IGTF) dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata, Universitas Muhammadiyah Malang (KKN-UMM).
Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Juli hingga 10 November 2017 ini juga dilakukan di berbagai daerah seperti Bali, Ngawi, Pasuruan, Muara Enim, Bojonegoro, Banyuasin dan Simalungun. Sebelum melaksanakan program, survei awal dilakukan untuk mengetahui potensi yang dimiliki daerah dan program yang tepat untuk dilaksanakan.
“Harapannya program ini bisa menjadi opsi strategis membangun pertanian melalui difusi inovasi IPB ke dalam sentra-sentra produksi pertanian lokal. Secara konsisten program akan diperluas ke berbagai daerah potensial di Indonesia. Jika bisa menjadi gerakan nasional bukan tidak mungkin program ini bisa meningkatkan ekonomi rakyat secara signifikan,” tandasnya.(NA/Zul)
