Mahasiswa IPB Buat Program Sekolah Lingkungan

Mahasiswa IPB Buat Program Sekolah Lingkungan

mahasiswa-ipb-buat-program-sekolah-lingkungan-news
Berita

Permasalahan sampah merupakan hal yang umum di negeri ini. Limbah sampah baik organik maupun anorganik yang dibuang begitu saja di sembarang tempat menjadi masalah lingkungan. Penumpukan atau pembuangan sampah sembarangan ke kawasan terbuka terlebih lagi sungai, dapat mengakibatkan pencemaran tanah serta berdampak ke saluran air tanah dan juga dapat menimbulkan bencana.

Lisa Aisa mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama tim PKMM (Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat) yang terdiri dari Sulthon Arif Rakhman, Difa Ashmamillah, Desi Mutiara Fani dan Gilang Aji Pradana mengamati kondisi sampah desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Letaknya sekitar 8 km di sebelah barat Kampus IPB Dramaga.

Melihat kondisi sampah di Desa Ciaruteun Ilir, mahasiswa IPB yang tergabung dalam kelompok PKMM yang didanai tahun 2017 ini bertekad melakukan pemberdayaan dan edukasi masyarakat khususnya generasi muda di desa tersebut. Program edukasi tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah ini dikemas secara menarik melalui “Enviro School” Rumah Edukasi Pemanfaatan Sampah, Mewujudkan Generasi Peduli Lingkungan.

“Program ini bermula dari keresahan tim melihat kondisi di Desa Ciaruteun. Masyarakat disana begitu saja membuang sampah ke sungai dan tepi jurang, padahal di bawah jurang adalah lahan pertanian warga. Mungkin karena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah sementara (TPSS). Warga pernah mengajukan namun tidak ada tanggapan,” ujar Lisa.

Enviro School merupakan program yang memberikan pelajaran dan praktik tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang disusun dalam sebuah “kurikulum”.Metodenya adalah learnunderstand, dan action artinya ketika peserta sudah mendengarkan dan berdiskusi selanjutnya memahami dan terakhir tindakan dan perilaku mereka berubah.

Pelajaran diajarkan didalam kelas sesuai yang dijadwalkan. Pelajaran diberikan melalui dua jenis kelas yakni kuliah dan praktikum. Kelas kuliah dilakukan dengan metode sosialisasi dan diskusi, sedangkan dalam kelas praktikum dilakukan dengan metode pelatihan.

Pelajaran untuk kelas kuliah adalah pengelolaan sampah yang terdiri dari materi pre-class yaitu sosialisasi dan kontrak belajar, first-class yaitu pengenalan manajemen sampah rumah tangga dan lingkungan sekitar serta game class yaitu pengenalan jenis sampah melalui permainan “pungut sampahmu”.

Pelajaran kelas praktikum adalah pemanfaatan sampah yang terdiri dari materi green-class yaitu pendirian bank sampah dan pengelolaannya, brown-class yaitu pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga, white-class yaitu pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai secara fungsi maupun ekonomi dan terakhir enviroducation fair yaitu pameran produk dari sampah.

Kegiatan ini berlangsung selama empat bulan pada bulan maret sampai juni 2017 di Desa Ciaruteun Ilir RT 04/03 dan RT 05/03 bermitra dengan yayasan Gemmar, Majlis taklim ibu-ibu, Bank sampah Srikandi Berdikari dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Tim juga melakukan evaluasi dengan memberikan kuesioner kepada peserta Enviro School untuk mengetahui perubahan pemahaman, sikap maupun perilaku, sehingga lulusan Enviro School ini diharapkan mampu mengelola dan memanfaatkan sampah yang ada di Desa Ciareteun Ilir dengan benar dan kreatif.(IR/Zul)