IPB Fasilitasi Pendamping Peternak Sapi pada Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Bojonegoro

IPB Fasilitasi Pendamping Peternak Sapi pada Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Bojonegoro

ipb-fasilitasi-pendamping-peternak-sapi-pada-sekolah-peternakan-rakyat-spr-bojonegoro-news
Berita

IPB mengirimkan fasilitator yang bertugas sebagai pendamping bagi para peternak SPR Bojonegoro. Fasilitator ditugaskan selama 4 bulan. Lokasi pendampingan pertama dilakukan di Desa Soko kecamatan Temayang (SPR Tunas Barokah) selama 1,5 bulan kemudian di Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman (SPR Mega Jaya) selama 1,5 bulan dan selama satu bulan terakhir berada Desa Sidorejo dan Desa Drokilo Kecamatan Kedungadem (SPR Maju Bersama). Selain itu fasilitator juga melakukan kegiatan pendampingan kepada peternak di tiga daerah SPR tersebut, memotivasi peternak untuk memajukan peternakan supaya mandiri dan sejahtera, dan saling bertukar pengalaman serta teori ilmu peternakan yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan beternak di masyarakat. Fasilitator dalam pengabdiannya melakukan  keliling  di tiga lokasi SPR dan tinggal di desa bersama masyarakat setempat.

Berbagai Kegiatan dilakukan fasilitator selama 4 bulan di lokasi SPR tersebut diantaranya pendampingan kegiatan mahasiswa IPB Goes To Field (IGTF) 2016, Safari Klinik Nusantara IPB, Kontes Ternak Bojonegoro, Workshop SPR Nasional dengan tema “Sinergi Empat Sekawan dalam Membangun Kemandirian dan Kedaulatan Peternak” dan pendampingan kegiatan internal SPR. Dari hasil pendampingan, peternak mulai menerapkan ilmu dan inovasi baru dalam pembuatan pakan seperti konsentrat fermentasi, silase, jerami amoniasi, suplemen kaya nutrisi (SKN) atau biasa dikenal dengan konsentrat hijauan. Kotoran sapisudah dimanfaatkan untuk pembuatan biogas dan pupuk kandang fermentasi serta sudah dijual terutama di SPR Maju bersama Kedungadem. SPR Mega Jaya, Kasiman juga sudah mulai menampung urin sapi untuk pembuatan pupuk. Penggunaan pupuk urin awalnya masih sebatas untuk memupuk lahan pertanian peternak. Namun, semenjak ada kios ternak, pupuk cair urin sapi sudah mulai diperjual-belikan. Dengan ini semua limbah sapi dapat termanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis bagi para peternak.

Pada aspek penjualan sapi masih belum dapat dilakukan melalui satu pintu SPR. Kondisi ini disebabkan peternak masih beternak secara individu dan menjual ternaknya langsung ke pasar dan keterbatasan modal di SPR sehingga SPR belum mampu membeli sapi dari peternak. Dengan adanya sinergi empat sekawan yaitu antara Academic, Businessman, Government, dan Community (ABGC) di Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat menjadi peluang dan memotong rantai tengkulak sehingga harga jual ternak sapi di peternak dapat ditingkatkan sehingga peternak tidak selalu dirugikan.

Dalam pengembangannya, SPR masing masing wilayah memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi alam seperti pada SPR Tunas Barokah mengembangkan ternak pembibitan sapi Peranakan Ongol (PO). Hampir setiap rumah di setiap dusun di desa Soko, kecamatan Temayang ini memiliki 1 – 3 ekor ternak di rumahnya. Jumlah total sapi pada SPR ini tercatat sebanyak 821 ekor dari 6 dusun.

SPR Mega Jaya terletak di Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. SPR ini mengembangkan ternak pembibitan sapi Peranakan Ongol (PO). Hampir setiap rumah di dusun Ngantru, desa Sekaran ini memiliki 1 – 3 ekor ternak di rumahnya. Jumlah total ternak per agustus 2016 di dusun ini sebanyak 689 ekor. Kendala terbesar dalam pembibitan ini adalah tingkat kegagalan IB (inseminasi buatan) yang tinggi. SPR Mega Jaya pernah menerima bantuan dari Indonesian Cattle Breeding (ICB) sebanyak 100 ekor sapi Brahman cross guna perkembangan SPR.

Salah satu aset yang dimiliki oleh SPR Mega Jaya adalah kios ternak gagasan dari anggota SPR untuk bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi (IPB) dalam hal bisnis. Aset lain yang dimiliki yaitu kebun sayur organik dan kebun hijauan makanan ternak. Pupuk yang digunakan hanya pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. Selain itu SPR ini juga mendapat bantuan dari kedutaan besar New Zealand berupa instalasi air dan biogas sederhana.

Wilayah SPR Maju Bersama merupakan wilayah pengembangan sapi penggemukan simental dan limousin yang biasa masyarakat kenal dengan sapi merah.SPR ini terletak di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Sebagian besar peternak di wilayah SPR Maju Bersama memiliki sapi minimal 2 ekor bahkan ada yang memelihara puluhan ekor. Jumlah total ternak di wilayah SPR Maju Bersama per Agustus 2016 sebanyak 1237 ekor. Dalam aspek pengelolaan SPR Maju Bersama dapat dikatakan sudah berpengalaman dalam manajemen bisnis peternakan. Pengelolaan pakan sudah maju dengan mulai memproduksi konsentrat fermentasi dan menjual hasil produknya ke masyarakat sekitar. (IRM/Ddh)