IPB Gelar Seminar Workshop Serangga Perusak

IPB Gelar Seminar Workshop Serangga Perusak

ipb-gelar-seminar-workshop-serangga-perusak-news
Berita

PT. Bogor Life Science and Technology (BLST), Holding Company Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) menggelar “Workshop Nasional Serangga Perusak Bangunan”. Acara digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor (24/11).

Ketua DPP- ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi, SE menyampaikan acara ini digelar mengingat masih banyaknya  bangunan gedung dan turunannya yang belum memperhatikan tentang  kemampuan daya dukung beban yang akan timbul dan harus tahan terhadap perusak bangunan, yaitu diantaranya rayap dan jamur. Menurutnya, pada saat ini implementasi belum optimal, terutama di provinsi, kota dan kabupaten. Oleh karena itu, terangnya, melalui kegiatan ini diharapkan ada penguatan implementasi UU No. 28 yang mengatur tentang bangunan gedung, sehingga ASPPHAMI dapat mengawal daerah-daerah untuk membuat Perda terkait bangunan yang lebih baik dan mampu menjaga kualitas bangunan terutama dari kerusakan akibat rayap.

Kepala Dinas Pengawasan Pembangunan dan Pemukiman Kota Bogor, Boris, SH menyambut baik inisiatif ASPPHAMI. “Saat ini momen yang tepat, karena Kota Bogor tengah memproses Perda terkait penyelenggaraan bangunan gedung,” ujarnya.

Dalam workshop ini, pakar kehutanan IPB, Prof. Dr. Dodi Nandika  yang juga tergabung dalam Kelompok Kerja Patologi Bangunan dan Pengendalian Rayap IPB mengatakan, bahwa rayap dapat menjadi ancaman bagi keselamatan bangunan gedung.

Prof. Dodi memaparkan nilai ekonomi seluruh bangunan gedung di Provinsi DKI Jakarta diperkirakan mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Nilai Investasi yang sangat besar ini sudah selayaknya dilindungi dari kemungkinan kerusakan, termasuk dari serangan rayap perusak kayu dan bangunan gedung.

Apalagi, tambahnya, hasil penelitian Kelompok Kerja Patologi Bangunan dan Pengendalian Rayap IPB selama tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa di Provinsi DKI Jakarta setidak-tidaknya ditemukan enam spesies rayap perusak kayu. Keenam spesies rayap tersebut menyebar hampir di seluruh kelurahan dan kecamatan di Jakarta dan cukup agresif menyerang kayu yang ada di sekitarnya. “Hal ini telah dibuktikan oleh Tim IPB. Dimana hanya dalam waktu tiga bulan, dari 1.766 kayu umpan yang ditanam di 84 kelurahan di Jakarta, sebanyak 292 kayu umpan atau 16,53 persen diserang rayap,” ujarnya.

Peta tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka pengambilan kebijakan terkait penanggulangan bahaya rayap di Provinsi DKI Jakarta. Sejalan dengan itu, Kelompok Kerja Patologi Bangunan dan Pengendalian Rayap IPB mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tentang pedoman penanggulangan bahaya rayap pada bangunan gedung milik Provinsi DKI Jakarta. Narasumber lain yang hadir pada acara ini diantaranya dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, Kadin Indonesia, dan LIPI.(dh)